Pertamina Tegaskan Dua Kapalnya Masih Tertahan di Selat Hormuz

- Rabu, 11 Maret 2026 | 21:15 WIB
Pertamina Tegaskan Dua Kapalnya Masih Tertahan di Selat Hormuz

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Bantah Video Viral

JAKARTA – Kabar yang beredar di media sosial soal dua kapal tanker Pertamina yang sudah bebas melintasi Selat Hormuz ternyata tidak benar. Faktanya, hingga Rabu (11/3/2026) ini, kedua kapal tersebut masih terjebak di wilayah perairan yang memanas itu. Klarifikasi ini langsung disampaikan oleh perusahaan.

Vega Pita, yang menjabat sebagai Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), menegaskan bahwa situasinya belum berubah. Dua kapal bernama Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab. Mereka terhambat akibat ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Dua kapal Pertamina International Shipping yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab, kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman dan selamat,” ucap Vega.

Menurutnya, pemantauan dilakukan tanpa henti, 24 jam sehari. Tim di pusat kendali terus mengawasi pergerakan armada secara real-time. Sayangnya, belum ada celah atau tanda-tanda aman bagi kapal-kapal Indonesia itu untuk bisa melintasi selat yang jadi urat nadi minyak dunia tersebut.

“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat,” tambah Vega. Upaya ini, jelasnya, untuk memastikan keselamatan kru dan muatan kapal menjadi prioritas utama di tengah situasi yang tidak menentu.

Di sisi lain, meski ada kapal yang tertahan, Vega memastikan hal ini tidak mengganggu operasional lainnya. Rantai pasok energi tetap berjalan solid, baik di perairan internasional maupun di dalam negeri. Mereka didukung oleh armada yang tidak sedikit sekitar 345 kapal di bawah pengelolaan Pertamina Group siap menjaga stabilitas pasokan.

Soal video viral yang menunjukkan kapal-kapal itu lolos? Ternyata itu cuma rekayasa. Hasil buatan kecerdasan artifisial alias AI yang sayangnya sudah terlanjur menyebar. Bisa dibilang, kabar baik itu masih terlalu dini untuk dirayakan. Realita di lapangan masih menegangkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar