JAKARTA – Ada yang berbeda di Kantor Pusat Bank Jakarta, Jumat (24/4) lalu. Bukan sekadar rutinitas kerja biasa, tapi puluhan orang justru sibuk mengantre. Bukan untuk urusan perbankan, melainkan untuk donor darah.
Bank Jakarta menggandeng PWI Jaya, PMI Provinsi DKI Jakarta, dan Forum CSR DKI Jakarta. Mereka menggelar aksi sosial ini di tengah perayaan HUT ke-65 perusahaan. Suasana pagi itu cukup ramai. Dari karyawan Bank Jakarta, anggota PWI, hingga masyarakat umum semua antusias. Proses registrasi dan cek kesehatan berlangsung tertib, meski antrean mulai mengular sejak jam delapan.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, buka suara soal ini. Menurut dia, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata kepedulian sosial perusahaan.
“Donor darah ini menjadi wujud kepedulian sosial Bank Jakarta kepada masyarakat. Di usia ke-65, kami ingin perayaan ini memberi dampak yang lebih luas, tidak sekadar seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung melalui aksi kemanusiaan,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4).
Agus menambahkan, momen HUT ke-65 memang sengaja dirancang bukan hanya untuk pesta. Tapi juga untuk memperluas kontribusi di bidang kemanusiaan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, katanya, jadi kunci utama.
Sinergi antara Bank Jakarta, PWI Jaya, PMI, dan Forum CSR DKI Jakarta, menurut Agus, adalah contoh nyata kolaborasi positif. Dunia usaha, organisasi profesi, dan lembaga sosial bisa duduk bersama. Semua demi satu tujuan: mendukung kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit maupun masyarakat yang membutuhkan. Ini juga bagian dari semangat kolaborasi yang terus kami bangun,” kata dia.
Agus pun menegaskan, kegiatan sosial macam donor darah ini bukan cuma sekali-sekali. Ke depannya, ini akan terus menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Jakarta. Hal itu sejalan dengan transformasi perusahaan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.
Di sisi lain, Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, ikut angkat bicara. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kolaboratif yang digagas Bank Jakarta bersama para mitra.
Menurut Kesit, kegiatan ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap isu kemanusiaan. Isu yang memang butuh keterlibatan banyak pihak, bukan cuma satu dua lembaga.
“Kami mengapresiasi Bank Jakarta yang menjadikan peringatan HUT ke-65 sebagai momentum berbagi melalui donor darah. Ini kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat, sekaligus menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucap Kesit.
Tak ketinggalan, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, juga memberikan pernyataan. Ia menekankan bahwa perayaan HUT ke-65 ini bukan hanya refleksi perjalanan perusahaan. Tapi juga momentum untuk memperkuat nilai kepedulian, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan turut mendukung ketersediaan stok darah di DKI Jakarta sekaligus memperkuat semangat solidaritas sosial,” pungkas Arie.
Ya, setidaknya untuk hari itu, gedung Bank Jakarta bukan cuma tempat transaksi uang. Tapi juga tempat di mana setetes darah bisa berarti nyawa bagi orang lain.
Artikel Terkait
Kebakaran Lahan 5.000 Meter Persegi di Kelapa Gading Berawal dari Pembakaran Sampah Sembarangan
Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Isyaratkan Tak Ada Eskalasi Perang dengan Iran
Ledakan Bom di Kolombia Tewaskan Tujuh Warga Sipil, Kekerasan Memuncak Jelang Pilpres
Indonesia Kalahkan Kanada 3-1 di Piala Uber 2026, Ganda Putri Akui Butuh Adaptasi Lebih Baik