Peluru Nyasar Latihan TNI Lukai Dua Warga di Kampus UNP, Kodam Stop Aktivitas Tembak

- Senin, 08 Juni 2026 | 20:50 WIB
Peluru Nyasar Latihan TNI Lukai Dua Warga di Kampus UNP, Kodam Stop Aktivitas Tembak

Hasil penyelidikan mengonfirmasi bahwa peluru nyasar yang melukai dua orang di area Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pekan lalu berasal dari latihan tembak prajurit Batalyon Infanteri Yudha Putra (YTP) 897 yang berlangsung di Lapangan Lapai pada waktu yang bersamaan. Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, menyatakan bahwa proyektil yang mengenai korban diduga kuat merupakan bagian dari aktivitas latihan menembak tersebut.

“Dari hasil investigasi yang kami lakukan, proyektil yang mengenai korban diduga berasal dari kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan prajurit di Lapangan Tembak Lapai,” ujar Taufiq dalam keterangan pers di Makodam, Senin (8/6/2026).

Dalam penjelasannya, Taufiq mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan dalam latihan adalah pistol kaliber sembilan milimeter. Jarak tempuh efektif proyektil dari senjata tersebut mencapai sekitar 1.400 meter. Namun, sejumlah faktor lingkungan turut memengaruhi arah lintasan peluru hingga akhirnya mencapai kawasan kampus.

“Beberapa faktor seperti arah angin, kelembapan, dan posisi penembak menjadi bagian yang kami kaji dalam penyelidikan ini,” katanya.

Apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan, Taufiq menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI. “Kami berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada para korban dan akan menindaklanjuti setiap bentuk kelalaian sesuai prosedur hukum dan disiplin militer yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai langkah tindak lanjut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas latihan di Lapangan Tembak Lapai. Pihak TNI saat ini tengah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih aman guna pelaksanaan latihan menembak ke depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar