JAKARTA – Sebuah video lawas Vidi Aldiano tiba-tiba ramai lagi di linimasa. Dalam rekaman dari sebuah podcast itu, almarhum berbicara dengan jujur tentang perjalanannya menghadapi kanker ginjal. Yang mengejutkan, di tengah perjuangan beratnya, dia justru mengungkapkan rasa syukur.
Ya, bersyukur. Bukan mengutuk atau marah. Vidi menyebut penyakit itu justru menjadi jalan baginya untuk menemukan sesuatu yang lebih berarti.
Dengan suara tenang dan lirih, penyanyi yang telah malang melintang belasan tahun itu bercerita. Dulu, dia mengira kebahagiaan ada pada hal-hal duniawi. Pencapaian karier, harta, properti. Itu semua dikejarnya.
Tapi ternyata, kata Vidi, semua itu kosong.
"Hal-hal dunia yang dulu gua pikir bikin gua happy, ternyata enggak. Enggak ada sama sekali happiness dalam hidup gua dari itu,"
Ucapannya dalam podcast itu, yang beredar kembali Rabu (11/3/2026), terasa begitu dalam. Semuanya berubah drastis saat penyakitnya kambuh. Rasa sakit yang ganas membuatnya tersadar. Untuk apa semua pencapaian itu jika tubuh sendiri tak lagi bisa diajak kompromi?
"Gua pikir harus kejar ini itu, punya uang sekian, punya properti sekian. Tapi saat dapat penyakit yang rasanya pain-nya ganas, semua itu enggak ada gunanya,"
Pertanyaan besar menghantamnya. Dua belas tahun berkarya, lalu apa artinya semua itu?
Namun begitu, titik baliknya justru datang di saat yang paling mencekam: sore hari sebelum dia menjalani operasi. Saat sendiri di kamar hotel, kegelisahan memuncak. Lalu, dia memutuskan untuk sholat.
Bukan sebagai ritual biasa. Saat itu, dia melakukannya dengan penuh kepasrahan. Meski belum paham betul setiap makna bacaan, dia ucapkan perlahan. Dan di tengah kekhusyukan itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Air matanya tiba-tiba meleleh.
"Gua nangis sendirian di kamar hotel. Untuk pertama kalinya, dalam situasi gua yang sangat berat karena besok mau operasi, gua malah merasakan sesuatu yang luar biasa,"
Kenang Vidi. Dia menggambarkan perasaan itu seperti sebuah pelukan hangat di tengah kesendiriannya. Sebuah ketenangan yang sebelumnya tak pernah ditemui dalam gemerlap dunia hiburan.
"Ada rasa seperti ada yang meluk gua,"
Sejak momen itulah, segalanya berubah. Penyakit yang awalnya terasa seperti kutukan, justru dilihatnya sebagai anugerah terselubung. Jalan yang membawanya kembali, menemukan koneksi yang sempat hilang.
"Itu hari di mana gua sangat bersyukur dikasih penyakit. Karena kalau enggak, gua enggak punya koneksi kepada Tuhan,"
ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sholat pun bukan lagi sekadar kewajiban. Ia berubah menjadi bentuk syukur yang tulus. Kisah inilah yang kini membuat banyak netizen terharu. Banyak yang mengaku ikut meneteskan air mata, menyaksikan bagaimana seorang artis papan atas justru menemukan kedamaian sejati di puncak penderitaannya.
Vidi Aldiano akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Keluarga menyebut, dia pergi dalam keadaan tenang, bahkan dengan senyum mengembang di wajahnya. Sebuah akhir yang mungkin, mencerminkan kedamaian yang akhirnya berhasil diraihnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Lima Wilayah Akomodasi Jemaah Haji di Makkah, Sektor Aziziyah Tampung 21.500 Orang
Dokter: Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Kelelahan Biasa
Studi Ungkap Kebiasaan Nonton Video Pendek Bisa Turunkan Kontrol Diri dan Fokus Otak
Menjelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Rumah Ahmad Dhani di Pondok Indah Sepi, Sang Musisi Istirahat Jaga Kondisi