Di tengah situasi sulit pascabencana di Sumatera, Telkomsel bergerak cepat. Fokus mereka ganda: memulihkan sinyal dan menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat yang terdampak. Komitmen ini bukan sekadar wacana, tapi benar-benar diwujudkan di lapangan.
Bayangkan saja, sejak hari pertama status siaga darurat langsung diaktifkan. Tim teknis langsung diterjunkan, meski medan yang dihadapi sungguh berat. Jalan putus, cuaca tak menentu, plus logistik yang serba terbatas. Tapi itu semua tak menyurutkan langkah mereka untuk segera mengecek infrastruktur, memperbaiki perangkat, dan mengoptimalkan jaringan agar layanan bisa kembali normal.
Nugroho Adi Wibowo, VP Area Network Operation Sumatera Telkomsel, menegaskan betapa krusialnya aksi ini.
"Begitu bencana terjadi, kami langsung bergerak. Jaringan komunikasi itu nyawa bagi masyarakat, apalagi dalam kondisi darurat seperti sekarang," ujarnya.
Di sisi lain, upaya mereka tak berhenti di situ. Lewat program CSR, bantuan sembako dan dukungan layanan komunikasi juga digelontorkan ke berbagai titik. Di Sumatera Barat, misalnya, bantuan menjangkau Padang Panjang, Agam, sampai ke Tanah Datar. Sementara di Sumut, wilayah seperti Tapanuli Tengah, Binjai, dan Medan pun tak luput dari perhatian.
Wilayah Aceh juga mendapat bagian. Dari Langsa, Lhokseumawe, hingga ke Gayo, bantuan berusaha menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Kini, jaringan di sejumlah lokasi mulai menunjukkan perbaikan. Pemantauan terus dilakukan, tentu saja, agar kualitas layanan tetap terjaga. Melalui serangkaian aksi nyata ini, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa mereka betul-betul hadir. Bukan cuma sebagai penyedia sinyal, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan dan berusaha meringankan beban.
Artikel Terkait
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI