Allano Lima Resmi Tinggalkan Persija, Ungkap Keinginan Bertahan Namun Keputusan Bukan di Tangannya

- Selasa, 02 Juni 2026 | 11:30 WIB
Allano Lima Resmi Tinggalkan Persija, Ungkap Keinginan Bertahan Namun Keputusan Bukan di Tangannya

Kebersamaan Allano Lima dengan Persija Jakarta resmi berakhir. Winger asal Brasil itu mengumumkan perpisahannya melalui pesan emosional yang diunggah di media sosial pribadi pada Senin (1/6). Kepergian Allano menjadi kabar yang cukup mengejutkan bagi Jakmania, mengingat pemain berusia 31 tahun tersebut tampil impresif sepanjang musim 2025/26 dan menjadi salah satu pilar penting Macan Kemayoran.

Dalam pesan perpisahannya, Allano mengaku berat meninggalkan klub yang baru semusim dibelanya itu.

"Hari ini saya harus menulis salah satu perpisahan tersulit dalam karier saya. Mengenakan seragam Persija Jakarta merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang akan selalu saya simpan di hati selamanya," tulis Allano.

Didatangkan dengan kontrak berdurasi satu musim, Allano langsung memberikan kontribusi signifikan bagi Persija. Sepanjang kompetisi 2025/26, pemain asal Brasil tersebut mencatatkan sembilan gol dan sembilan assist dari 29 pertandingan di semua ajang. Catatan itu menjadikannya salah satu pemain paling produktif di skuad Persija. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang membuat Allano menjadi sosok penting dalam skema permainan Macan Kemayoran sepanjang musim. Performanya yang konsisten bahkan membuat banyak pendukung berharap manajemen memperpanjang masa baktinya di ibu kota.

Sementara itu, dalam surat terbukanya, Allano menyampaikan apresiasi mendalam kepada Jakmania yang selalu memberikan dukungan sejak hari pertama dirinya bergabung dengan Persija. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan para suporter menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama berkarier di Indonesia.

"Sejak hari pertama, saya merasakan semangat dan cinta tanpa syarat yang kalian berikan di setiap pertandingan. Tanpa diragukan lagi, kalian adalah jiwa dari klub ini," ungkapnya.

Tak hanya kepada suporter, Allano juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen klub dan masyarakat Indonesia yang membuatnya merasa diterima seperti keluarga sendiri.

Bagian paling menarik dari pesan perpisahan tersebut adalah pengakuan Allano mengenai keinginannya untuk tetap bertahan bersama Persija. Ia mengisyaratkan bahwa keputusan berpisah bukan sepenuhnya berasal dari dirinya. Pernyataan itu langsung memunculkan spekulasi terkait arah kebijakan klub dalam menyusun skuad untuk musim depan.

"Saya pergi dengan kesedihan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan ini. Meski keinginan terbesar saya adalah bertahan dan terus berjuang bersama kalian, sayangnya keputusan akhir tidak berada di tangan saya," tulis Allano.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang pemain sebenarnya masih memiliki hasrat untuk melanjutkan karier bersama Persija.

Di sisi lain, meski tampil cukup impresif secara individu, Allano mengaku masih menyimpan kekecewaan karena gagal membawa Persija meraih gelar juara. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Jakmania karena belum mampu mewujudkan target besar yang diharapkan seluruh pendukung Macan Kemayoran.

"Percayalah, ketika saya mengatakan selalu memberikan yang terbaik, berjuang dan berkeringat untuk seragam ini hingga detik terakhir, meskipun takdir belum mengizinkan kita mengangkat trofi yang sangat kita impikan," katanya.

Persija sendiri menutup musim tanpa meraih gelar, meski sempat bersaing di papan atas klasemen dalam beberapa periode kompetisi.

Meski harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat dari yang diharapkan, Allano mengaku membawa banyak kenangan berharga dari Indonesia. Pengalaman bermain di Persija dan dukungan yang diterimanya selama berada di Jakarta disebut akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

"Terima kasih untuk segalanya, Persija. Terima kasih, Indonesia. Kalian akan selalu menjadi bagian dari diri saya," tutup Allano.

Kini, masa depan pemain asal Brasil tersebut masih menjadi tanda tanya. Sementara bagi Persija, kepergian Allano berarti kehilangan salah satu pemain paling produktif yang berkontribusi besar sepanjang musim lalu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar