Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk tidak saling menyerang dalam jangka waktu setidaknya satu pekan ke depan. Pernyataan ini disampaikan Trump di hadapan wartawan, merujuk pada eskalasi militer yang baru saja terjadi antara kedua negara.
Menurut Trump, kesepakatan informal tersebut muncul setelah ia melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. "Kami melakukan percakapan yang sangat baik. Ia terkena serangan, dan ia merespons. Oleh karena itu, saya tidak bisa menyalahkannya," ujar Trump kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (9/6/2026).
"Tetapi sekarang mereka telah berhenti. Jadi mereka akan saling membiarkan selama sekitar satu pekan atau lebih," lanjutnya.
Kedua negara diketahui saling melancarkan serangan pada Minggu dan Senin lalu. Tindakan militer ini dipicu oleh serangan Tel Aviv terhadap ibu kota Lebanon, Beirut. Iran, yang berkomitmen untuk membela sekutunya di Lebanon, kelompok militan Hizbullah, langsung merespons dengan aksi militer. Di sisi lain, Israel berargumen bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv.
Sementara itu, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon pada akhir pekan lalu meskipun telah diminta menahan diri oleh Trump. Presiden AS tersebut khawatir bahwa aksi militer Israel dapat mengancam prospek perjanjian damai yang tengah dirundingkan dengan Iran.
Artikel Terkait
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen dan Beri Insentif Demi Tarik Investasi Asing
Pelajar Tewas Jatuh dari Tebing Apparalang Bulukumba Saat Berfoto
BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,50 Persen, Perkuat Stabilisasi Rupiah di Tengah Gejolak Global