Bandara Soekarno-Hatta ramai seperti biasa Selasa malam itu. Namun, ada suasana haru yang berbeda saat rombongan pertama Warga Negara Indonesia yang dievakuasi dari Iran akhirnya tiba. Pukul 18.00 WIB, pesawat yang membawa 22 orang itu mendarat dengan selamat, mengawali operasi penyelamatan pemerintah.
Menteri Luar Negeri Sugiono langsung menyambut mereka di bandara. Raut lega terpancar jelas.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujar Menlu Sugiono, memberi salam hangat di tengah keriuhan area kedatangan.
Evakuasi ini tidak dilakukan langsung dari Iran. Rute yang ditempuh ternyata melalui Baku, Azerbaijan, sebagai titik transit. Pemerintah sendiri menyiapkan dua gelombang pemulangan. Gelombang pertama yang tadi malam itu, dan rencananya ada lagi sepuluh WNI yang akan tiba besok, Rabu (11/3/2026). Jika semua berjalan lancar, total 32 warga negara akan kembali ke tanah air.
Mereka yang datang malam ini berasal dari latar belakang beragam. Ada sepuluh pekerja, seorang pengajar yang juga jurnalis, bahkan empat belas pelajar dan mahasiswa. Dua orang PMI dan lima turis juga termasuk dalam daftar penumpang. Setelah turun dari pesawat, mereka tak langsung pulang. Pemerintah Daerah akan membantu memastikan perjalanan terakhir ke kampung halaman masing-masing berjalan mulus.
Menlu Sugiono menjelaskan, persiapan evakuasi ini sudah dilakukan jauh hari. Koordinasi digalang ketat sejak konflik memanas.
“Sejak konflik berlangsung, Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI di Timur Tengah terus berkoordinasi secara erat untuk memantau situasi, melakukan pendataan WNI, serta membahas langkah-langkah kontinjensi,” jelasnya.
Berdasarkan data dari KBRI Tehran, sebenarnya ada ratusan WNI di Iran. Tercatat 329 orang, dengan mayoritas besar adalah pelajar dan mahasiswa. Kota Qom menjadi kota dengan konsentrasi terbanyak. Sisanya adalah para pekerja migran dan ekspatriat. Operasi evakuasi ini tampaknya akan terus dipantau, mengingat jumlah warga yang masih berada di sana.
Malam itu, setidaknya, 22 keluarga bisa bernapas lega.
Artikel Terkait
Trump Dievakuasi dari Gedung Putih Usai Suara Tembakan, Presiden AS Pastikan Situasi Aman
Orang Tua Korban Kekerasan di Daycare Yogyakarta Datangi Polresta, Tuntut Keadilan
Polda Sumsel Amankan 82.000 Kiloliter Solar Ilegal di Perairan Banyuasin
Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan untuk Bertemu Iran