JAKARTA - Usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin lalu, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan lembaganya untuk menerima lulusan SMA Unggulan Garuda. Rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto itu rupanya menyisakan pesan khusus bagi masa depan riset tanah air.
Menurut Arif, inti dari arahan Presiden adalah mempersiapkan ekosistem yang benar-benar mendukung bagi para lulusan sekolah unggulan, termasuk Garuda. Harapannya, ekosistem ini nantinya bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berkarya.
"Di mana lulusannya sebagian nanti akan studi di luar negeri, kemudian mengambil sejumlah bidang dalam bidang STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika), dan ketika mereka kembali ke Indonesia, insyaallah sebagian bisa bergabung ke BRIN,"
kata Arif menjelaskan.
Namun begitu, punya talenta saja tidak cukup. Arif menekankan bahwa persiapan infrastruktur dan suasana yang kondusif mutlak diperlukan. Butuh alat-alat canggih dan lingkungan yang memadai agar para alumni itu tak sekadar pulang, tapi punya ruang untuk mengembangkan riset dan inovasi nasional.
"Sehingga mereka ketika pulang ke Indonesia ini memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi untuk menghasilkan inovasi untuk bangsa kita,"
tuturnya lagi.
Program Sekolah Garuda sendiri bukan program biasa. Dirancang sebagai pendidikan berstandar global, fokusnya jelas: pengembangan STEM. Program ini diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya pinter, tapi juga punya karakter dan siap bersaing di kancah internasional. Sebuah langkah awal yang menjanjikan, tentunya.
Artikel Terkait
AS: Perundingan Israel-Lebanon Hampir Capai Kesepakatan, Gencatan Senjata Mulai Terbentuk
Kereta Bandara Kualanamu Jadi Andalan Wisatawan Hindari Macet ke Pusat Kota Medan
Bocor Anggaran Bansos Capai 45 Persen, MPR Soroti Tumpang Tindih Program Pusat-Daerah
JumpStart Raih Pendanaan Baru dari Cool Japan Fund, Ekspansi Vending Machine ke Seri C