Nadiem Anwar Makarim, mantan Mendikbudristek itu, akan menjalani Lebaran pertamanya di balik jeruji. Perayaan Idul Fitri kali ini terasa pahit baginya. Dia mengaku sedih karena harus berjauhan dengan keluarga di momen yang seharusnya penuh kebersamaan.
Kasus yang menjeratnya adalah dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook saat ia masih menjabat. Proyek tersebut konon menimbulkan kerugian fantastis bagi negara, mencapai angka Rp 2,1 triliun. Sidangnya sendiri terus bergulir. Meski tim pengacara Nadiem sudah mengajukan eksepsi, upaya itu ditolak hakim. Artinya, proses hukum akan berlanjut ke tahap pembuktian.
Di tengah situasi itu, ada satu harapan sederhana yang disampaikan Nadiem. Ia sangat berharap keluarganya diizinkan untuk berkunjung saat hari raya nanti.
"Harapan saya keluarga bisa berkunjung ke saya di hari Lebaran nanti, gitu," ujarnya.
Kalimat itu diungkapkannya dengan nada datar, sesaat sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dibuka, Senin (9/3/2026).
"Karena ini Lebaran pertama di mana saya terpisah dari keluarga. Jadi ya cukup sedih," tambahnya, melengkapi pernyataan.
Jelas, nuansa Lebaran tahun ini akan sangat berbeda baginya. Suasana tahanan rutan akan menggantikan gemuruh takbir dan canda bersama orang-orang tercinta di rumah.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Polisi
Anggota DPR Desak Polisi Tindak Tegas Debt Collector yang Tipu Ambulans dan Damkar demi Tagih Utang
Muhammad Awaluddin Resmi Ditunjuk sebagai Direktur Utama Jasa Raharja