"Warga yang mau melintas dengan kendaraan diarahkan ke jalan alternatif. Perahu fiber ini cuma untuk mengangkut orang," katanya lagi, menegaskan.
Rencananya, perahu itu akan disiagakan di lokasi kejadian setidaknya untuk sepekan ke depan. "Sementara satu perahu dulu. Kita pantau selama seminggu, lalu evaluasi dan minta arahan lebih lanjut dari bupati," tambah Edi.
Keselamatan tentu jadi prioritas. Setiap warga yang menyeberang diwajibkan mengenakan life jacket. Perahu berkapasitas sekitar 8-10 orang per trip itu, menjadi satu-satunya penyeberangan darurat untuk saat ini. Situasinya memang tidak ideal, tapi setidaknya ada solusi sementara yang bisa diandalkan.
Artikel Terkait
Meksiko Diimbangi Trump, Pasokan Minyak ke Kuba Terancam Diputus
Kapolri Gulirkan Rotasi Besar-besaran, 85 Perwira Polri Bergeser
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Mewah Dharmawangsa
Bareskrim Geledah Kantor DSI, Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Terkuak