"Warga yang mau melintas dengan kendaraan diarahkan ke jalan alternatif. Perahu fiber ini cuma untuk mengangkut orang," katanya lagi, menegaskan.
Rencananya, perahu itu akan disiagakan di lokasi kejadian setidaknya untuk sepekan ke depan. "Sementara satu perahu dulu. Kita pantau selama seminggu, lalu evaluasi dan minta arahan lebih lanjut dari bupati," tambah Edi.
Keselamatan tentu jadi prioritas. Setiap warga yang menyeberang diwajibkan mengenakan life jacket. Perahu berkapasitas sekitar 8-10 orang per trip itu, menjadi satu-satunya penyeberangan darurat untuk saat ini. Situasinya memang tidak ideal, tapi setidaknya ada solusi sementara yang bisa diandalkan.
Artikel Terkait
KPK Bebaskan Wakil Bupati Rejang Lebong, Bukti Dinilai Tak Cukup
Keyakinan Konsumen Indonesia Melemah, Masyarakat Pilih Perkuat Tabungan
Nasib 1,37 Juta PPPK Paruh Waktu Mengambang Jelang Revisi UU ASN
Piche Kota Ditahan Usai Pulih dari Vertigo, Terlibat Kasus Pemerkosaan Siswi