Laporan keuangan Indosat (ISAT) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis, dan hasilnya cukup menggembirakan. Perusahaan telekomunikasi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,5 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan sekitar 12 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp4,9 triliun.
Di sisi lain, performa operasional mereka terlihat solid. Laba usaha bertahan di level Rp10,8 triliun. Pencapaian ini didapat meski ada kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 4 persen. Kunci utamanya adalah pendapatan yang masih naik tipis 1 persen, ditambah efisiensi yang signifikan dengan penurunan biaya operasional atau opex hingga 10 persen.
Kalau dirinci, total pendapatan ISAT sepanjang tahun lalu mencapai Rp56,51 triliun. Kontributor terbesarnya, tentu saja, masih dari segmen selular yang menyumbang Rp47,35 triliun. Sementara itu, bisnis MIDI singkatan dari multimedia, komunikasi data, dan internet menyumbang Rp8,34 triliun. Lalu, ada telekomunikasi tetap yang membukukan pendapatan Rp817,6 miliar.
Tak cuma laba, indikator kesehatan lain seperti EBITDA juga membaik. EBITDA perseroan naik 0,8 persen menjadi Rp26,59 triliun, dengan margin yang terjaga di angka 47 persen. Cukup sehat, memang.
Yang menarik justru datang dari performa kuartal akhir tahun. Laba bersih ISAT pada kuartal IV-2025 melonjak tajam, 86 persen, menjadi Rp1,9 triliun. Pendorongnya? Rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU berhasil terdongkrak ke level Rp44 ribu. Menurut catatan, ini adalah level ARPU tertinggi yang mereka raih sejak tahun 2022. Kabar baik, bukan?
Reaksi pasar pun tampak positif. Pada Selasa (10/2/2026), saham ISAT merespons laporan ini dengan menguat 4,27 persen ke level Rp2.200 per lembar. Kenaikan ini seperti pemulihan setelah sebelumnya terkoreksi 1,86 persen di awal pekan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.811 di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Tunggu Data Ekonomi Global
Fore Kopi Indonesia Suntik Rp13,3 Miliar ke Bisnis Bakery dan Donut
IHSG Melonjak 99,87 Poin, Sentimen Positif Warnai Seluruh Sektor
Garuda Metalindo (BOLT) Batalkan Dividen Interim Rp58,59 Miliar Gara-gara Regulasi BEI