Kerugiannya tak tanggung-tanggung. SPBU di Jakarta dan sekitarnya harus menelan pil pahit lantaran aksi pencurian kabel grounding atau antipetir. Yang mengejutkan, aksi ini terjadi di 46 titik lokasi yang berbeda. Nilainya? Bisa mencapai angka fantastis, sekitar satu miliar rupiah.
Kamil Afrizal, Head of Engineering Mobility PT Shell Indonesia, mengonfirmasi hal ini. Ia tampil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa lalu.
"Kami masih menghitung kerugian pastinya," ujarnya. "Tapi estimasi kami, angkanya berkisar antara Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar. Itu kerugian yang kami tanggung."
Di sisi lain, pihak perusahaan sudah mengambil langkah tegas. Mereka memercayakan penyelesaian kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian. Fokus utama mereka kini adalah mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
"Saat ini, kami berfokus pada proses hukum yang dijalani oleh pihak kepolisian," tambah Kamil.
Singkatnya, kasus pencurian sistematis ini telah menimbulkan gangguan operasional dan kerugian finansial yang sangat besar. Semua pihak kini menunggu tindakan tegas dari aparat.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Penguatan Link and Match Pendidikan-Industri Atasi Pengangguran
Produksi Rokok Kretek Anjlok 3%, Gappri Soroti Kenaikan Cukai dan Daya Beli
Polairud Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 18 Warga Myanmar di Dumai
Trump Ancam Tunda Pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe