Laporan: Gaji Guru Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Maju pada 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 19:30 WIB
Laporan: Gaji Guru Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Maju pada 2026

Laporan-laporan internasional terbaru soal pendapatan guru di berbagai negara, khususnya yang memproyeksikan kondisi tahun 2026, kembali menegaskan satu hal: kesejahteraan tenaga pendidik masih jadi isu yang pelik. Negara-negara maju, rupanya, punya cara sendiri untuk menunjukkan keseriusan mereka di bidang pendidikan. Caranya? Dengan menghargai profesi guru secara finansial, tak main-main.

Yang mencolok, selisih gaji antara guru di negara maju dan berkembang ternyata sangat lebar. Tentu saja, kemampuan keuangan negara memegang peran. Tapi jangan salah, ini juga soal kebijakan dan kondisi ekonomi yang berbeda-beda di tiap wilayah.

Di beberapa negara, guru malah diposisikan setara dengan profesional di bidang teknologi atau kesehatan. Gajinya pun bisa bersaing. Situasi ini bikin kita bertanya-tanya, benarkah ada kaitan erat antara kesejahteraan guru dan prestasi siswa di kelas?

Nah, kalau penasaran negara mana saja yang paling royal membayar guru dan bagaimana perbandingannya dengan Indonesia, simak ulasannya berikut.

Negara dengan Gaji Guru Tertinggi di 2026

Berdasarkan data dari World Population Review, kawasan Eropa masih mendominasi peringkat teratas. Negara-negara di sana punya beberapa kesamaan kunci: anggaran pendidikan yang gede, sistem karier untuk guru yang jelas banget, dan tentu saja, memandang guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Ini dia daftar 10 besar negara dengan gaji awal guru tertinggi di dunia.

1. Luksemburg

  • Guru SD: USD 71,647 (sekitar Rp1,18 miliar per tahun)
  • Guru SMP: USD 81,200 (sekitar Rp1,36 miliar)
  • Guru SMA: USD 81,200 (sekitar Rp1,36 miliar)

2. Jerman

  • Guru SD: USD 70,419 (sekitar Rp898 juta)
  • Guru SMP: USD 77,905 (sekitar Rp1,30 miliar)
  • Guru SMA: USD 81,141 (sekitar Rp1,36 miliar)

3. Denmark

  • Guru SD: USD 53,364 (sekitar Rp835 juta)
  • Guru SMP: USD 53,598 (sekitar Rp900 juta)
  • Guru SMA: USD 50,444 (sekitar Rp847 juta)

4. Austria

  • Guru SD: USD 49,646 (sekitar Rp821 juta)
  • Guru SMP: USD 47,990 (sekitar Rp806 juta)
  • Guru SMA: USD 50,444 (sekitar Rp847 juta)

5. Belanda

  • Guru SD: USD 48,805 (sekitar Rp807 juta)
  • Guru SMP: USD 48,662 (sekitar Rp817 juta)
  • Guru SMA: USD 50,444 (sekitar Rp847 juta)

6. Australia

  • Guru SD: USD 47,991 (sekitar Rp779 juta)
  • Guru SMP: USD 47,990 (sekitar Rp806 juta)
  • Guru SMA: USD 50,444 (sekitar Rp847 juta)

7. Turki

  • Guru SD: USD 46,333 (sekitar Rp757 juta)
  • Guru SMP: USD 46,822 (sekitar Rp786 juta)
  • Guru SMA: USD 50,444 (sekitar Rp847 juta)

8. Amerika Serikat

  • Guru SD: USD 44,992 (sekitar Rp751 juta)
  • Guru SMP: USD 46,018 (sekitar Rp772 juta)
  • Guru SMA: USD 48,187 (sekitar Rp809 juta)

9. Spanyol

  • Guru SD: USD 44,650 (sekitar Rp751 juta)
  • Guru SMP: USD 49,905 (sekitar Rp838 juta)
  • Guru SMA: USD 49,905 (sekitar Rp838 juta)

10. Norwegia

  • Guru SD: USD 43,108 (sekitar Rp725 juta)
  • Guru SMP: USD 43,108 (sekitar Rp724 juta)
  • Guru SMA: USD 51,096 (sekitar Rp858 juta)

Perlu diingat, angka-angka di atas adalah gaji awal. Besarannya bisa berubah seiring jenjang pendidikan yang diajar, pengalaman, dan tentu saja masa kerja. Tapi, cukup untuk memberi gambaran, kan?

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?

Di kita, aturannya beda lagi. Untuk guru ASN, besaran gaji pokok mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024, yang berkisar dari golongan I hingga IV. Angkanya? Mulai dari sekitar Rp1,6 juta hingga Rp6,3 juta per bulan.

Sementara guru PPPK, berdasarkan Perpres Nomor 11 Tahun 2024, punya kisaran yang sedikit berbeda, dari golongan I sampai XVII. Gajinya antara Rp1,9 juta hingga Rp7,3 juta per bulan.

Namun begitu, kondisi paling memprihatinkan mungkin dialami guru honorer. Di tingkat SD, gajinya bisa serendah Rp300 ribu dan maksimal sekitar Rp1,5 juta per bulan. Untuk SMP, antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta. Sedangkan di SMA/SMK, kisaran Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta.

Kalau dibandingin dengan gaji guru di Luksemburg atau Jerman, ya jauh sekali. Jelas sekali ini bukan cuma soal angka di rekening. Tapi lebih pada prioritas. Ketimpangan ini adalah cerminan nyata bagaimana sebuah negara memandang pendidikan apakah sekadar kewajiban, atau justru investasi jangka panjang untuk masa depan.

Semoga informasi ini memberi gambaran yang lebih jelas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar