Trump Ancam Tunda Pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe

- Selasa, 10 Februari 2026 | 20:55 WIB
Trump Ancam Tunda Pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menunda pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe, infrastruktur vital yang menghubungkan Michigan dengan Ontario, Kanada. Ancaman ini disampaikan melalui media sosial, dengan tuntutan agar Washington mendapat kompensasi atas apa yang disebutnya sebagai perlakuan tidak adil dari Ottawa. Jembatan senilai Rp 79 triliun yang didanai Kanada ini rencananya akan beroperasi penuh dalam waktu dekat, setelah melalui proses pembangunan selama bertahun-tahun.

Ancaman Penutupan dan Tuntutan Kompensasi

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump secara tegas menyatakan penolakannya untuk mengizinkan jembatan tersebut dibuka. Ia menegaskan bahwa sikap ini akan bertahan hingga Kanada memenuhi tuntutannya.

"Tidak akan dibuka sampai Ottawa memperlakukan Amerika Serikat dengan keadilan dan rasa hormat yang pantas kita dapatkan," tulisnya.

Trump lebih lanjut mengeluhkan struktur kepemilikan proyek. Meskipun jembatan ini merupakan investasi publik bersama antara pemerintah Kanada dan negara bagian Michigan, ia merasa Amerika Serikat dirugikan.

"Pemerintah Kanada mengharapkan saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk mengizinkan mereka untuk memanfaatkan Amerika!," ucap Trump.

Ia menegaskan kembali posisinya, "Saya tidak akan mengizinkan jembatan ini dibuka sampai Amerika Serikat sepenuhnya diberi kompensasi atas semua yang telah kita berikan kepada mereka."

Riwayat Panjang dan Kontroversi Proyek

Jembatan Gordie Howe bukanlah proyek baru. Pembangunannya yang dimulai pada 2018 merupakan puncak dari perdebatan lintas batas yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Proyek ini juga sempat menjadi bahan sengketa hukum, terutama dari pihak swasta yang mengelola jembatan penghubung lain di kawasan yang sama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar