MURIANETWORK.COM - Jumlah anak dan remaja yang menunjukkan gejala depresi serta kecemasan ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia. Temuan ini terungkap dari hasil evaluasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan pada 2025, dengan data yang mencerminkan tekanan kesehatan jiwa yang signifikan pada generasi muda.
Data yang Mengkhawatirkan: Remaja Lima Kali Lebih Rentan
Berdasarkan pemeriksaan terhadap 27 juta penduduk, gejala gangguan mental pada kelompok usia remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Asnawi Abdullah, menjelaskan besarnya kesenjangan tersebut.
“Dari 27 juta penduduk yang diperiksa kesehatan jiwanya, gejala depresi dan gejala kecemasan pada anak remaja ini lima kali lebih besar dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Secara rinci, data menunjukkan bahwa 363.326 pelajar atau setara dengan 4,8 persen mengalami gejala depresi. Sementara itu, gejala kecemasan ditemukan pada 338.316 pelajar atau 4,4 persen. Angka ini kontras dengan kondisi pada usia dewasa dan lansia, di mana gejala depresi hanya dialami 0,9 persen dan kecemasan 0,8 persen.
Deteksi Dini dan Peran Strategis Guru
Menghadapi fakta ini, Kemenkes menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah masalah kesehatan mental yang lebih parah di kemudian hari. Program CKG dianggap sebagai langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Artikel Terkait
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas
Pemerintah Godok Aturan WFH Satu Hari Seminggu untuk Efisiensi Energi