Menteri Desa Targetkan Produk Lokal Sulsel Tembus Pasar 59 Negara

- Kamis, 14 Mei 2026 | 09:15 WIB
Menteri Desa Targetkan Produk Lokal Sulsel Tembus Pasar 59 Negara

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menargetkan produk-produk lokal dari seluruh desa di Sulawesi Selatan mampu menembus pasar ekspor ke 59 negara di dunia. Target ambisius ini disampaikan Yandri di hadapan ribuan kepala desa dalam Apel Siaga yang digelar di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Yandri, pencapaian target tersebut bukanlah hal yang mustahil. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan hanyalah kesungguhan upaya dan pengawalan ketat dari setiap kepala desa. Lebih dari sekadar perintah, hal ini harus dilanjutkan ke tahap pemberdayaan dan pendampingan bagi masyarakat serta para pelaku ekonomi di tingkat desa.

“Saya kemarin sudah membuat kesepakatan, bahwa kita akan mengekspor bahan-bahan atau produk desa ke 59 negara. Jadi, kepala desa se-Sulawesi Selatan bisa membuat desa-desa tematik,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia mencontohkan, dari lebih dari 2.000 desa di Sulsel, sebagian dapat difokuskan untuk memproduksi dan mengekspor sereh, sementara hasil lainnya tetap dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Dengan jangkauan pasar yang lebih luas, Yandri meyakini perputaran ekonomi di pedesaan akan terus meningkat. Ia optimistis hal ini pada akhirnya mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa secara lebih merata. Peluang ekspor ini, lanjutnya, juga memungkinkan para produsen lokal untuk memperbesar skala produksi mereka.

Di sisi lain, Yandri mengingatkan bahwa menembus pasar global bukanlah tanpa tantangan. Produk lokal dituntut untuk memenuhi standar internasional yang ketat. Menurutnya, tuntutan ini justru menjadi dorongan positif bagi peningkatan kualitas dan standar produk desa secara otomatis.

“Biar rakyat di desa itu sejahtera, biar produksinya meningkat, biar produk-produk lokal Sulawesi Selatan mendunia. Karena kami di Kementerian Desa punya program desa ekspor,” papar Yandri. Ia pun meminta seluruh kepala desa untuk segera memetakan komoditas unggulan masing-masing, baik itu dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, maupun kerajinan, agar memiliki daya saing dan kualitas yang sesuai dengan standar pasar global.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa. Tujuannya adalah mengubah paradigma desa dari sekadar objek pembangunan menjadi subjek atau pemeran utama dalam perekonomian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, saya akan datang kembali ke sini, membawa buyernya, membawa pembelinya, untuk kita teken kontrak dengan kepala desa,” kata menteri asal Bengkulu Selatan itu. Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Inspektur Jenderal Kemendes PDT Masyhudi, serta Kepala Kesbangpol Provinsi Sulsel Bustanul Arifin.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar