Dunia kembali diguncang oleh skandal lama Jeffrey Epstein. Kali ini, gelombangnya terasa lebih dahsyat. Setelah jutaan halaman dokumen baru dibuka untuk publik oleh Departemen Kehakiman AS, efek berantainya langsung terasa. Tak tanggung-tanggung, sejumlah pejabat di berbagai negara memilih mundur karena namanya terseret dalam arsip mengerikan itu.
Rilis dokumen itu sendiri terjadi pada Jumat lalu. Isinya? Luar biasa masif. Bayangkan saja: lebih dari tiga juta halaman, ditambah ribuan video dan gambar. Sebuah arsip kelam yang membeberkan jaringan kejahatan seksual si terpidana mendiang.
Yang bikin heboh, tentu saja, adalah nama-nama besar yang bertebaran di dalamnya. Tokoh-tokoh berpengaruh, dari berbagai bidang, muncul dalam dokumen tersebut. Imbasnya pun langsung nyata.
Menurut sejumlah laporan, tekanan publik dan media begitu kuat. Di sisi lain, atmosfer politik menjadi panas. Beberapa pejabat yang disebut, meski belum tentu terbukti bersalah di pengadilan, memilih angkat kaki. Mundur dari jabatan menjadi jalan keluar yang mereka ambil untuk meredakan badai.
Namun begitu, kerusakan sudah terlanjur terjadi. Kepercayaan publik terkikis. Skandal Epstein, yang seperti tak pernah benar-benar mati, kembali membuktikan betapa dalam luka yang ditinggalkannya.
Artikel Terkait
Kejagung: Kerugian Negara dari Korupsi Ekspor CPO Capai Rp 14 Triliun
Serikat Buruh ASEAN Ingin Pelajari Desk Ketenagakerjaan Polri
Belanda Tangkap 16 Orang Diduga Sebarkan Propaganda ISIS lewat TikTok
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Umumkan Kehamilan Anak Pertama di Hari Jadi Pernikahan