MURIANETWORK.COM - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa pemulihan korban bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Dalam forum silaturahmi dengan para ulama Aceh, Selasa (10/2), ia menggarisbawahi peran sentral tokoh agama dalam memberikan penguatan mental bagi para pengungsi, seraya memaparkan langkah-langkah terkoordinasi pemerintah untuk menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Peran Ulama dalam Pemulihan Mental Korban
Di hadapan para ulama yang hadir dalam pertemuan di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Kabupaten Aceh Besar, Tito Karnavian menyampaikan apresiasi mendalam. Ia melihat kontribusi mereka dalam menenangkan dan menguatkan hati para penyintas sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pemulihan menyeluruh. Dukungan spiritual ini, menurutnya, berjalan beriringan dengan upaya pemerintah memulihkan infrastruktur dan perekonomian.
“Mohon dukungan dan juga mohon doanya agar kami bisa menjalankan ibadah ini, ibadah kemanusiaan ini,” ucap Tito, memohon restu untuk tugas-tugas kemanusiaan yang sedang dijalankan.
Respon Cepat dan Pemetaan Dampak
Tito Karnavian menjelaskan, respons pemerintah telah dimulai sejak hari pertama bencana terjadi. Atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, seluruh unsur pemerintah, termasuk menteri, TNI, dan Polri, langsung bergerak ke lokasi terdampak. Langkah awal yang krusial adalah melakukan pemetaan menyeluruh untuk mengidentifikasi skala kerusakan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 28 Maret 2026 di Surabaya: Imsak Pukul 04.08 WIB
Oknum Ustaz di Karawang Diamankan Usai Dihajar Massa karena Selingkuh
KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan di Tengah Suhu Mencapai 34 Derajat