MURIANETWORK.COM - Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka pendaftaran untuk dua program studi Magister melalui skema Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini diambil untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, khususnya dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Program yang ditawarkan adalah Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan dan Magister Ilmu Peternakan Konsentrasi Manajemen Pembangunan Peternakan.
Komitmen Kualitas Setara dengan Kelas Reguler
Menanggapi kemungkinan keraguan masyarakat terhadap mutu pendidikan daring, Unpad menegaskan bahwa standar pembelajaran PJJ dirancang setara dengan program reguler. Jaminan ini didukung oleh sistem terpadu serta kolaborasi antara Kantor PJJ dan Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran universitas.
Direktur Akademik Unpad, Aliya Nur Hasanah, menjelaskan bahwa infrastruktur digital telah disiapkan secara matang. “Untuk saat ini, program studi (prodi) yang telah diselenggarakan dalam bentuk PJJ yaitu Magister Ilmu Peternakan dan Magister Ekonomi Pertanian, yang keduanya telah memenuhi persyaratan akreditasi minimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada perbedaan dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran antara kelas reguler dan PJJ. Seluruh proses, mulai dari penyediaan bahan ajar hingga ujian, diintegrasikan melalui platform Learning in Virtual Environment (LiVE) Unpad.
“Mulai dari penyediaan bahan ajar, pelaksanaan ujian, hingga model tutorial. Kami juga telah menyiapkan tutor berbasis AI yang banyak melibatkan kegiatan praktikum berbasis responden,” papar Aliya lebih lanjut.
Fleksibilitas dan Akses Luas bagi Berbagai Kalangan
Keunggulan utama program ini terletak pada fleksibilitasnya. Platform LiVE Unpad yang dapat diakses via web dan aplikasi mobile memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk mengikuti perkuliahan tanpa kendala geografis.
“Sehingga, mahasiswa yang berada di berbagai wilayah dapat mengakses pembelajaran dengan mudah dan memperoleh pengalaman serta kualitas pembelajaran yang setara dengan perkuliahan tatap muka,” ujar Aliya.
Program ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar. Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan bahkan ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Patriot 2026 dari Kementerian Transmigrasi RI, yang mencakup pendidikan dan penempatan kerja.
Visi Mendalam di Balik Pembukaan Program
Pembukaan program PJJ ini bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan bagian dari visi strategis untuk kontribusi nyata. Dekan Fakultas Peternakan Unpad, Rahmat Hidayat, menyatakan bahwa program ini dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan riset berbasis kebutuhan daerah masing-masing.
“Program PJJ ini kami rancang untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana, khususnya bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah 3T agar tetap dapat menempuh pendidikan magister tanpa harus meninggalkan daerahnya," kata Rahmat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Ahmad Choibar Tridakusumah, menekankan visi program sebagai pionir penguatan sistem pangan nasional yang inklusif. Program ini menjunjung prinsip keberagaman pangan lokal dan kearifan budaya Nusantara.
"Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam memperkuat sistem pangan nasional, memperluas akses pendidikan pascasarjana berkualitas jarak jauh, dan membentuk agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Ahmad.
Pendaftaran dan Rencana Ke Depan
Bagi calon peserta, alur pendaftaran dan persyaratan untuk program PJJ sama dengan prodi reguler, yang dapat diakses melalui laman penerimaan mahasiswa baru Unpad. Pada laman tersebut tersedia keterangan khusus yang menandai program berbasis PJJ.
Unpad juga mengindikasikan akan memperluas penawaran program PJJ ke sejumlah prodi lain di masa depan. Saat ini, sejumlah program masih dalam tahap pengembangan dan proses akreditasi, menunjukkan komitmen universitas untuk menjaga standar mutu dalam setiap ekspansi yang dilakukan.
Artikel Terkait
Menteri Imipas Ungkap Tiga Opsi Lokasi dan Tantangan Waktu Pembangunan Mega Prison
BCA Syariah Catat Kinerja Solid: Aset Tumbuh 15,4% Jadi Rp19,2 Triliun
Laporan Transparency International Ungkap Kemunduran Global dalam Perang Melawan Korupsi
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO, Modus Rekayasa Dokumen