Korea Selatan Gelontorkan Rp 16 Triliun untuk Pendidikan AI Mulai SD, Ini Strateginya

- Rabu, 12 November 2025 | 08:12 WIB
Korea Selatan Gelontorkan Rp 16 Triliun untuk Pendidikan AI Mulai SD, Ini Strateginya

Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana besar untuk program pendidikan kecerdasan buatan (AI) yang akan dimulai sejak jenjang sekolah dasar. Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi negara tersebut sebagai pemimpin global dalam bidang teknologi AI.

Kementerian Pendidikan Korea Selatan secara resmi meluncurkan cetak biru nasional berjudul Rencana Pengembangan Talenta AI untuk Semua. Program ini dirancang untuk membangun bakat AI secara komprehensif, mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga tingkat peneliti pascasarjana.

Anggaran sebesar 1,4 triliun won atau setara Rp 16 triliun telah disiapkan untuk merealisasikan program ini. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan sepanjang hayat, tidak terbatas pada siswa bidang sains dan teknologi saja, tetapi juga mencakup peserta didik non-STEM dan masyarakat umum.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai keterbatasan talenta AI di dalam negeri. Data dari Global AI Index 2024 menunjukkan Korea Selatan menduduki peringkat ke-6 dari 83 negara dalam daya saing AI secara keseluruhan. Namun, dalam kategori talenta berdasarkan hasil riset dan kesiapan tenaga kerja, posisi Korea Selatan turun ke peringkat ke-13.

Pemerintah Korea Selatan menargetkan untuk masuk dalam tiga besar negara terdepan di bidang AI global. Rencana pengembangan talenta ini tidak hanya bertujuan membangun sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga mencegah brain drain atau pelarian talenta ahli ke luar negeri.

Jadwal Implementasi Program AI

Implementasi program pendidikan AI akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2026. Dari total anggaran 1,4 triliun won, sebanyak 900 miliar won atau Rp 10,3 triliun dialokasikan untuk sekolah dasar dan menengah, sementara 500 miliar won atau Rp 5,7 triliun diperuntukkan bagi sekolah menengah atas.

Menteri Pendidikan Choi Kyo-jin menegaskan bahwa pengembangan talenta AI merupakan kunci masa depan ekonomi dan teknologi Korea Selatan. "Pengembangan talenta AI adalah masalah kelangsungan hidup bangsa yang harus kita kerjakan bersama," tegasnya.

Strategi Implementasi Pendidikan AI

Pemerintah akan mendirikan Pusat Dukungan Pendidikan AI di tiga kantor pendidikan regional pada 2026, dengan rencana ekspansi ke 17 wilayah pada 2028. Pusat ini akan menyediakan pelatihan komprehensif bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik.

Untuk tingkat menengah kejuruan, akan ditunjuk sekolah-sekolah berorientasi AI dengan penambahan tujuh institusi setiap tahun hingga 2030. Jumlah sekolah fokus AI yang menawarkan kursus teknologi informasi tambahan dan klub AI akan ditingkatkan dari 730 institusi pada tahun ini menjadi 2.000 institusi pada 2028.

Pemerintah juga berencana merevisi kurikulum nasional K-12 untuk secara resmi memasukkan pendidikan AI sebagai mata pelajaran inti. "Kementerian Pendidikan akan memastikan setiap warga negara dapat memanfaatkan AI dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membina talenta yang beragam untuk memimpin era transformasi AI," tambah Menteri Choi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar