Reksa Dana Syariah Sucorinvest Tembus Rp16,96 Triliun, Diduga Dukung Tren Alokasi THR

- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:15 WIB
Reksa Dana Syariah Sucorinvest Tembus Rp16,96 Triliun, Diduga Dukung Tren Alokasi THR

Aset reksa dana syariah di Sucorinvest Asset Management ternyata mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama Ramadan. Tepatnya, per Februari 2026, dana kelolaan atau AUM-nya telah menyentuh angka Rp16,96 triliun.

Lolita Liliana, Head of Investment Specialist & Product Development di sana, punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, tren ini berpotensi terkait dengan kebiasaan masyarakat yang mengalihkan sebagian tunjangan hari raya (THR) mereka ke instrumen investasi.

Angka 35% itu bukan main. Artinya, hampir sepertiga dari total dana kelolaan perusahaan berasal dari produk syariah. Namun begitu, Lolita menyebut peningkatan ini masih terbilang moderat. Pasalnya, aktivitas investasi tak cuma dipengaruhi momentum Ramadan semata. Banyak faktor lain yang berperan, mulai dari kondisi makroekonomi, gejolak geopolitik global, sampai sejauh mana literasi keuangan masyarakat sudah terbangun.

Nah, kalau dilihat dari data yang lebih luas, pertumbuhannya justru terlihat lebih dramatis. Mengacu pada data Infovesta Utama, nilai AUM reksa dana syariah dalam Rupiah per Februari 2026 melonjak hingga Rp739,85 triliun. Ini berarti terjadi kenaikan fantastis, 75% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang ‘hanya’ Rp422,63 triliun.

Bagaimana dengan yang berbasis dolar AS? Juga naik. AUM dalam mata uang dolar tercatat US$913,5 juta, tumbuh sekitar 18% dari tahun lalu.

Lantas, apa yang terjadi setelah Ramadan usai? Apakah investor ramai-ramai menarik dananya? Ternyata tidak selalu. Sucor AM menilai, investor reksa dana syariah umumnya punya pertimbangan yang lebih matang. Mereka melihat tujuan investasi jangka panjang, profil risiko pribadi, dan horizon waktu sebelum memutuskan untuk mengubah portofolio. Jadi, tidak sekadar ikut momentum sesaat.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar