Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Program TJSL Terintegrasi untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

- Jumat, 24 April 2026 | 21:40 WIB
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Program TJSL Terintegrasi untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, variatif, dan tidak terdeteksi sebagai hasil AI:

Rabu (23/4) lalu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 BUMN lainnya resmi meluncurkan program kolaborasi TJSL Tahap II di Kepulauan Raja Ampat. Fokusnya? Konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini menyasar daerah-daerah yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar atau biasa disebut 3T. Pendekatannya terintegrasi. Artinya, urusan lingkungan, sosial, dan ekonomi dikerjakan bareng-bareng, nggak sendiri-sendiri.

Lokasi kegiatannya tersebar di tiga pulau: Manyaifun, Mutus, dan Yefkabu, Kabupaten Raja Ampat. Di sana, ada sederet intervensi strategis yang dihadirkan. Mulai dari penyediaan akses listrik desa, perbaikan sarana pendidikan dan fasilitas umum, sampai pendampingan ekonomi yang dibarengi dengan upaya konservasi lingkungan.

Menurut Direktur TJSL dan Keberlanjutan Badan Pengelola BUMN, Edi Eko Cahyono, kolaborasi semacam ini adalah langkah strategis. Katanya, pendekatan multiintervensi bisa bikin program TJSL lebih efektif.

“Kolaborasi antar BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).

Acara peluncurannya sendiri diisi dengan peresmian bantuan, penyerahan simbolis ke masyarakat, dan yang paling seru penanaman mangrove bareng warga setempat. Di sisi lain, dari segi lingkungan, program ini juga mencakup rehabilitasi terumbu karang. Tujuannya jelas: menjaga ekosistem pesisir dan laut Raja Ampat yang super ikonik itu.

Nah, untuk urusan sosial dan ekonomi, program ini lebih menyoroti pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Selain itu, mereka juga memperkuat kelembagaan lokal, seperti kelompok sadar wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo, Hendri Ginting, menegaskan kalau keterlibatan perusahaannya di sini bukan tanpa alasan. Ini bagian dari komitmen mereka mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.

“Program ini mencerminkan komitmen Pelindo bersama BUMN dalam mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat, khususnya di Raja Ampat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan serta dapat menjadi model implementasi TJSL terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya,” kata Hendri.

Jadi, lewat sinergi lintas BUMN ini, Pelindo dan 14 BUMN kolaborator lainnya ingin kasih kontribusi nyata. Bukan cuma untuk masyarakat dan lingkungan, tapi juga buat mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Semoga aja ini bukan seremoni belaka, ya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar