Wakil Ketua Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL usai Praka Rico Gugur di Lebanon

- Jumat, 24 April 2026 | 23:00 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL usai Praka Rico Gugur di Lebanon
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, angkat bicara soal gugurnya Praka Rico Pramudia. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 24 April lalu. Menurut politikus Fraksi PKS itu, kejadian ini harus jadi perhatian serius semua pihak.

Bayangkan, markas UNIFIL yang seharusnya jadi tempat aman bagi pasukan penjaga perdamaian, justru diserang. Sukamta menyebut hal ini sungguh ironis dan memprihatinkan.

Praka Rico sendiri gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon. Ia menjadi korban ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL pada Rabu, 29 Maret lalu. Sebuah serangan yang tak terduga.

“Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan,” kata Sukamta melalui pesan singkat, Jumat (24/4). Ia menambahkan, kondisi ini menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi.

Di sisi lain, Sukamta mendesak PBB untuk segera bertindak. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL. Menurutnya, sistem yang ada harus sesuai dengan realitas ancaman di lapangan yang terus berubah.

“Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini,” tegasnya. “Guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban.”

Bukan hanya PBB, pemerintah Indonesia pun diminta untuk melakukan peninjauan komprehensif. Terutama terkait aspek keamanan dan pola penugasan prajurit setelah tewasnya Praka Rico. Sukamta menekankan hal ini penting.

“Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global,” ujar Wakil Ketua Bidang Polhukam Fraksi PKS itu. Ia mengingatkan, perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia.

“Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat,” katanya. “Bahwa upaya menjaga perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan yang memadai, dan komitmen bersama dari seluruh komunitas internasional.”

Sukamta pun menyampaikan dukacita yang mendalam. Ia menyebut Praka Rico sebagai prajurit terbaik TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL. Pengorbanannya adalah bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi.

Gugurnya Praka Rico menambah duka bagi Indonesia. Total prajurit TNI yang tewas di Lebanon kini menjadi empat orang. Sebelumnya, ada Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Semuanya gugur dalam misi perdamaian.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar