Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Imbas Gangguan Sistem PPDB, Pengelolaan Dialihkan ke Diskominfo

- Rabu, 10 Juni 2026 | 14:00 WIB
Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Imbas Gangguan Sistem PPDB, Pengelolaan Dialihkan ke Diskominfo

Gedung Dinas Pendidikan Jawa Barat di Bandung dipadati puluhan orang tua siswa sejak Senin, 8 Juni 2026, yang mengeluhkan berbagai persoalan teknis dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Mereka datang mencari kejelasan setelah sistem pendaftaran mengalami sejumlah kendala di hari terakhir pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat. Kerumunan itu menjadi puncak dari rangkaian masalah yang memicu keputusan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mencopot Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar.

Keluhan yang disampaikan para orang tua cukup beragam. Beberapa di antaranya mengaku akun calon murid belum kunjung terverifikasi, sementara yang lain kebingungan karena gagal lolos seleksi Sekolah Maung dan harus melanjutkan pendaftaran melalui jalur reguler. Suheli Syarif, warga Coblong, Kota Bandung, menjadi salah satu orang tua yang merasakan langsung dampak masalah ini. Putranya sebelumnya mengikuti seleksi Sekolah Maung dengan pilihan SMAN 5 Bandung, namun dinyatakan tidak lolos saat pengumuman hasil seleksi pada Senin pagi.

“Sebelumnya anak saya daftar Sekolah Maung di SMAN 5. Setelah tidak lolos, kami harus masuk ke PCMB. Tapi sampai sekarang kami tidak bisa login,” ujar Suheli saat ditemui di Kantor Disdik Jabar. Ia mengaku sudah berusaha mengakses sistem sejak siang, namun akun yang dibutuhkan untuk mendaftar jalur reguler belum bisa digunakan.

Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung menemui para orang tua dan meminta penjelasan dari tim pengelola sistem pendaftaran. Dalam pertemuan itu, ia mempertanyakan kapasitas dan kompetensi pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem teknologi informasi SPMB. “Anda ngerti nggak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan anda di bidang ini?” kata Dedi kepada Suhendar.

Keputusan pencopotan Suhendar dari jabatannya sebagai Kepala UPTD Tikomdik pun diambil. “Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu,” kata Dedi dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026. Menurut Dedi, sejak awal Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kebijakan bahwa seluruh aplikasi pemerintahan harus dibangun dan dikelola secara terintegrasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat. Karena itu, ia menilai tidak seharusnya perangkat daerah mengembangkan sistem aplikasi secara terpisah.

Sebagai langkah penanganan cepat, pengelolaan sistem SPMB kini dialihkan ke Diskominfo Jawa Barat. Dedi juga menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik. “Ditangani dulu (Diskominfo) sampai ada definitif pejabat baru,” katanya. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi kendala teknis yang selama ini menghambat proses pendaftaran murid baru di Jawa Barat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar