Wakil Rektor ACU: Generasi Muda Aktor Utama Penentu Masa Depan di Tengah Disrupsi

- Jumat, 24 April 2026 | 21:45 WIB
Wakil Rektor ACU: Generasi Muda Aktor Utama Penentu Masa Depan di Tengah Disrupsi

Penulis: Bilfy


YOGYAKARTA Dunia berubah cepat. Teknologi melesat, dinamika global bergerak liar. Generasi muda? Mereka ada di pusaran semua ini.

Bukan cuma soal tuntutan kompetensi yang bikin pusing. Ada tekanan psikologis yang mengintai, ketidakpastian karier yang bikin gelisah, bahkan pergeseran nilai dan identitas diri yang kadang terasa asing. Situasi ini, jujur saja, memunculkan tantangan baru. Pertumbuhan ekonomi misalnya tak selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Akibatnya? Banyak persoalan mengemuka. Kesehatan mental jadi isu yang makin sering dibicarakan. Ketimpangan sosial melebar. Kohesi sosial pun mulai terasa rapuh.

Nah, di tengah semua itu, ada suara dari Wakil Rektor Australian Catholic University, Zlatko Skrbis. Ia bilang, generasi muda adalah kelompok paling rentan, tapi juga paling menentukan arah masa depan. Mereka hidup di tengah perubahan besar teknologi, dunia kerja, pola kehidupan sehari-hari. Semua berubah.

Menurut Zlatko, kalau tidak dibekali dengan cara yang tepat, dampaknya bukan cuma dirasakan individu. Struktur sosial secara luas bisa ikut terguncang. Serius.

Sebagai respons, muncullah Human Flourishing Center. Pendekatannya? Lebih menyeluruh, tidak sempit. Program ini tidak melulu soal nilai akademik yang mentereng. Lebih dari itu, mereka fokus pada kesejahteraan manusia secara utuh. Ada penekanan pada kemampuan adaptasi, nilai-nilai etika, dan kepemimpinan. Tiga hal ini dianggap sebagai fondasi utama buat generasi muda yang hidup di masa penuh ketidakpastian.

Di sisi lain, mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Riset bersama, pelatihan, program berbasis komunitas semua dirancang untuk mendorong pemahaman dan penyelesaian masalah nyata di masyarakat. Bukan sekadar teori di atas kertas.

Zlatko menegaskan,

“Secara fundamental, generasi muda adalah masa depan kita. Namun, secara konkret, kita bisa memfasilitasi perubahan dengan berfokus pada mereka mulai dari interaksi dengan teknologi, kesehatan mental, hingga keterampilan yang dibutuhkan dalam ekonomi yang terus berkembang.”

Ucapan itu ia sampaikan pada 24 April 2026.

Jadi, dengan segala tantangan yang ada, generasi muda sekarang dituntut lebih dari sekadar jadi objek perubahan. Mereka harus jadi aktor utama. Pencipta kesejahteraan sosial. Masa depan memang ditentukan oleh seberapa cepat perubahan terjadi. Tapi yang lebih penting, apakah mereka siap mengelola dan mengarahkan perubahan itu? Itu pertanyaan besarnya.


Editor: Redaktur TVRINews

Komentar

1000 Karakter tersisa

Kirim

Komentar

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar