Alfamart baru saja merampungkan program pembelian kembali sahamnya. Dana yang dikeluarkan tak main-main: lebih dari Rp812 miliar telah dihabiskan oleh ritel raksasa itu.
Menurut keterangan resmi yang dibeberkan Senin lalu, aksi korporasi ini berlangsung cukup lama. Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, membeberkan bahwa proses buyback dimulai sejak 8 Desember tahun lalu dan baru berakhir awal Maret ini.
"Selama periode pembelian kembali saham, perseroan telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 432.669.000 saham dengan jumlah dana sebesar Rp812,46 miliar," jelas Tomin.
Dari angka itu, bisa dihitung harga rata-ratanya: sekitar Rp1.877,8 per lembar saham. Jumlah saham yang ditarik itu setara dengan 0,01% dari total saham beredar perusahaan yang mencapai 41,52 miliar lembar. Cukup kecil secara persentase, tapi nilai transaksinya besar.
Lalu, apa yang mendorong aksi ini? Ternyata, sentimen pasar belakangan ini kurang bersahabat. Harga saham AMRT ikut terperosok, terimbas tekanan pada IHSG dan juga kebijakan Koperasi Merah Putih yang bikin investor was-was. Sejak awal tahun, saham emiten milik konglomerat Djoko Susanto itu sudah anjlok 27 persen, mentok di level Rp1.435. Situasinya memang cukup menekan.
Artikel Terkait
Matahari Department Store Gelar RUPS Ganda di Tengah Penurunan Laba 2025
PGN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Gas pada 2026
Konflik Timur Tengah Picu Anjloknya Wall Street dan Lonjakan Harga Minyak
Lippo Cikarang Hibahkan Lahan 31,3 Hektare di Meikarta untuk Rumah Subsidi