Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pangkep kembali menuai sorotan. Kali ini, sejumlah siswa SD di Kecamatan Minasatene menerima kue bolu yang kondisinya memprihatinkan tidak matang sempurna dan bantat.
Kue itu dibagikan sebagai bagian dari menu yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Menurut keterangan yang beredar, beberapa anak langsung mendapatkannya dalam keadaan seperti itu.
Orang tua siswa pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Salah seorang yang hanya berinisial H mengungkapkan kegelisahannya.
"Jujur kami juga tidak mengerti apakah ahli gizinya sengaja dengan konsep seperti ini," ujarnya.
H menegaskan, makanan untuk anak-anak sekolah, termasuk di SDN 14 Minasatene, semestinya sudah melalui pengecekan ketat sebelum sampai ke tangan siswa. Ia khawatir kalau-kalau makanan yang belum matang itu bisa memicu masalah kesehatan. Standar pengawasan dalam program yang seharusnya mulia ini pun dipertanyakannya.
Di sisi lain, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang sejauh ini belum membuahkan hasil. Amrin, selaku Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pangkep, belum memberikan tanggapan atas keluhan yang disebut-sebut sudah berulang kali muncul terkait kualitas menu dari SPPG setempat.
Kejadian ini tentu mengusik. Program yang bertujuan baik justru berpotensi membawa efek sebaliknya, hanya karena pengawasan yang mungkin terlewat.
Artikel Terkait
Kementan Akselerasi Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Antisipasi Kekeringan
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu