TVRINews, Yogyakarta
Suasana di Kampoeng Media, Sleman, Kamis siang itu terasa berbeda. Bukan sekadar acara seremonial biasa tapi ada semacam harapan baru yang menggelayut di udara. Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Equestrian DIY periode 2026–2030 akhirnya resmi dilantik.
Yang menarik, pelantikan ini langsung dibarengi dengan target yang nggak main-main. Bayangkan, mereka baru saja dikukuhkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi Equestrian, Dewi Larasati, dan langsung disodori misi: bikin prestasi di PON mendatang lebih moncer dari sebelumnya.
Ketua Pengda Pordasi Equestrian DIY, Meiky Fredianto, tampak optimistis. Menurut dia, capaian di PON sebelumnya satu medali emas itu bagus, tapi belum cukup. “Sekarang tantangannya adalah mempertahankan capaian, sekaligus meningkatkannya. Dari satu emas menjadi dua emas, itu yang kami kejar,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan, Kamis, 30 April 2026.
Dia juga sempat menyinggung soal perkembangan organisasi secara nasional. Katanya, Pordasi Equestrian kini sudah punya 11 Pengda atau Pengprov. Artinya, secara administratif, cabang olahraga ini sudah memenuhi syarat untuk terus dipertandingkan di PON. Lumayan kan, progresnya?
Di sisi lain, Dewi Larasati punya pandangan sendiri soal lokasi pertandingan nanti. Meskipun tuan rumah PON berikutnya adalah Nusa Tenggara Timur, dia menduga kuat kalau cabang equestrian bakal digelar di Jakarta. Alasannya? Fasilitas. Jakarta dinilai lebih siap dari segi infrastruktur, dan itu penting banget buat olahraga yang satu ini.
“DIY punya potensi besar. Saya optimistis target dua emas, dua perak, dan dua perunggu bisa dicapai,” kata Dewi, seolah memberi semangat tambahan buat jajaran pengurus yang baru dilantik.
Menanggapi itu, Meiky langsung merespons dengan tegas. Menurutnya, target tersebut bukan sekadar angka tapi jadi pemantik semangat buat semua pihak. Mulai dari pengurus, atlet, sampai pelatih, semuanya harus kerja lebih keras. Nggak ada kata santai, pokoknya.
Nah, yang juga menarik, Pengda Pordasi Equestrian DIY nggak cuma fokus soal target medali. Mereka juga punya rencana jangka panjang: memperkuat pembinaan atlet dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, swasta, bahkan komunitas pecinta kuda. Ide-idenya sederhana tapi strategis membangun ekosistem yang lebih solid, dari akar rumput sampai level kompetisi.
Harapannya, dengan dukungan yang terintegrasi kayak gini, olahraga berkuda di DIY bisa naik kelas. Bukan cuma di level nasional, tapi mungkin suatu hari bisa bersaing di kancah internasional. Siapa tahu, kan?
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Peneliti BRIN Ungkap Rantai Makanan Kacau Jadi Pemicu Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta
Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus
Mensos Gus Ipul Instruksikan Pendamping PKH di Madura Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
Polresta Serang Kota Musnahkan Lebih dari 17.000 Botol Miras Hasil Sitaan