MURIANETWORK.COM – Dini hari tadi waktu setempat, Donald Trump kembali membuat gempar. Lewat akun Truth Social-nya, Rabu (29/4/2026), Presiden Amerika Serikat itu melontarkan kritik pedas yang jelas-jelas diarahkan ke Iran.
Isinya? Sindiran keras. Bahkan cenderung sinis.
“Iran tidak bisa bertindak bersama. Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera menjadi pintar!” tulis Trump dalam unggahannya.
Nah, yang bikin ramai bukan cuma kata-katanya. Trump juga menyertakan gambar hasil olahan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Di gambar itu, ia tampak memegang senjata dengan latar belakang ledakan besar. Ditambah lagi tulisan mencolok: “NO MORE MR. NICE GUY!”.
Semua ini terjadi di tengah kondisi Timur Tengah yang lagi panas-panasnya. Apalagi soal Selat Hormuz yang mulai memicu ketegangan baru.
Negosiasi antara AS dan Iran? Katanya macet. Bahkan delegasi Amerika yang sedianya terbang ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan, urung berangkat. Batal total.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump kembali menegaskan posisinya. Ia bilang, “Kami memegang semua kartu.” Lalu ia menambahkan, kalau Iran mau dialog, mereka sendiri yang harus ambil inisiatif.
Bukan cuma omongan. Tapi jelas ada tekanan di sana.
Usulan Iran dan Reaksi Gedung Putih
Sebelum Trump naik pitam, sebenarnya sudah ada upaya negosiasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Tapi hasilnya? Nihil. Tak ada kesepakatan.
Di sisi lain, Teheran coba mengajukan proposal. Isinya: mereka bersedia membuka kembali Selat Hormuz, tapi dengan segudang syarat. Mulai dari penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, sampai pengakhiran konflik yang sedang berlangsung.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa usulan itu memang masuk. Tapi menurut laporan Reuters, Trump tidak puas sama sekali. Ia malah disebut sedang menyiapkan tawaran balasan.
Suasana geopolitik yang memanas ini langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak mentah ya, melonjak tajam.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 2,82 persen, menyentuh USD 102,75 per barel. Sementara Brent? Naik sekitar tiga persen, tembus USD 114,62 per barel.
Ditambah lagi keputusan Uni Emirat Arab yang akan keluar dari OPEC mulai 1 Mei. Itu jelas bikin pasokan global makin tidak menentu.
Jadi ya, semuanya serba panas sekarang.
Artikel Terkait
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus
Jaksa Agung Lantik Sila H. Pulungan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
Keluarga Nahkoda Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Masih Menanti Kabar
BMKG: Makassar Berawan Seharian Jumat 1 Mei 2026, Waspada Potensi Hujan Ringan Siang-Sore