Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Kalahkan Bhayangkara FC 3-2

- Kamis, 30 April 2026 | 21:01 WIB
Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Kalahkan Bhayangkara FC 3-2

LAMPUNG Kadang sepak bola itu memang begitu. Kamu pikir semuanya sudah selesai, lalu tiba-tiba semuanya jungkir balik. Di Stadion Sumpah Pemuda, malam itu, Persib Bandung datang dengan beban berat. Mereka sedang mengejar gelar. Tapi awal pertandingan? Bencana.

Bhayangkara FC langsung tancap gas. Mereka agresif, efektif, dan lini belakang Maung Bandung seperti kebobolan di mana-mana. Dua gol cepat bersarang. Dalam situasi seperti itu, rasa gagal mulai menyelinap. Apalagi Moussa Sidibe kembali jadi mimpi buruk. Pergerakannya liar, ruang bacanya tajam. Serangan balik cepat tuan rumah berjalan mulus. Untuk beberapa saat, pertandingan ini milik mereka sepenuhnya.

Tapi sepak bola bukan cuma taktik. Ia juga soal keyakinan. Dan ternyata, Persib punya itu.

Kebangkitan dimulai di ujung babak pertama. Federico Barba, bek Italia yang mungkin tidak banyak orang harapkan, muncul sebagai penyelamat. Golnya di masa injury time. Bukan sekadar memperkecil ketertinggalan itu seperti menyulut api yang hampir padam.

Babak kedua, energinya berubah drastis. Tekanan meningkat, gerakan pemain lebih hidup. Hasilnya cepat. Menit ke-49, Rosembergne da Silva menyamakan kedudukan. 2-2. Di titik itu, pertandingan berbalik arah.

Bhayangkara FC mulai kehilangan ritme. Mereka yang tadi percaya diri, sekarang seperti kebingungan. Sebaliknya, Persib malah tambah berani. Mereka tidak puas dengan hasil imbang. Mereka mengincar kemenangan.

Dan momen penentu itu datang di menit ke-60.

Beckham Putra Nugraha. Pemain muda yang jadi simbol regenerasi tim, mencetak gol ketiga. 3-2. Sebuah gol yang tidak cuma mengubah skor, tapi juga mengubah cerita pertandingan. Dari tertinggal dua gol, mereka berbalik unggul. Dari tekanan besar, mereka menjawab dengan karakter.

Comeback ini bukan kebetulan. Ini soal mentalitas yang dibangun Bojan Hodak. Bahwa dalam situasi tersulit, mereka tidak kehilangan arah. Bahwa keyakinan bisa jadi kekuatan terbesar ketika taktik mulai goyah.

Sebelum laga, Hodak sebenarnya sudah memperingatkan soal lini depan lawan. Ia mengaku kenal betul kualitas Bernard Henry Doumba.

“Saya sudah mengenalnya cukup lama,” kata Hodak.

Peringatan itu terbukti benar di awal. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana Persib merespons setelah tekanan itu menjadi nyata. Mereka tidak panik. Tidak kehilangan struktur. Justru mereka menemukan cara untuk bangkit.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini pernyataan. Bahwa Persib belum selesai dalam perburuan gelar. Bahwa mereka masih punya daya juang untuk bersaing sampai pekan terakhir. Di sisi lain, hasil ini juga bikin Borneo FC Samarinda di puncak klasemen harus berpikir ulang. Persaingan kembali terbuka. Dan setiap laga ke depan, rasanya bakal makin panas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar