Penangkapan 69 orang yang diduga terlibat dalam praktik perjudian yang menyamar sebagai arena permainan anak-anak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mendapat sorotan tajam dari Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. Ia mendesak aparat kepolisian untuk tidak berhenti pada penangkapan tingkat lapangan, melainkan mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Saya meminta dengan tegas agar kepolisian tidak berhenti sampai di sini. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Menurut politikus tersebut, operasi penegakan hukum tidak boleh hanya menyasar para pekerja atau pemain yang berada di lokasi. Ia menekankan pentingnya memburu aktor intelektual di balik praktik ilegal itu.
“Polisi harus mengejar aktor intelektualnya, bandar besarnya, pemilik modal, hingga pihak-pihak yang memfasilitasi tempat tersebut. Lacak juga aliran dananya untuk melihat apakah ada keterlibatan oknum-oknum yang menjadi pembeking di belakangnya,” sambungnya.
Habiburokhman menilai modus yang digunakan para pelaku sangat keterlaluan dan manipulatif. Tempat hiburan keluarga yang seharusnya menjadi ruang aman dan ramah bagi anak-anak justru dijadikan kedok untuk kegiatan perjudian.
“Ini jelas merusak moral generasi muda dan menantang komitmen kita bersama dalam memberantas judi,” ucapnya.
Artikel Terkait
Film ‘Dukun Magang’ Siap Hadirkan Komedi Horor dengan Porsi Tawa Lebih Dominan, Tayang Juni 2026
Tiga Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Nasional di Ajang TOP 100 Excellence Award 2026
Pemerintah DKI Siapkan 245.980 Kursi untuk Penerimaan Murid Baru 2026/2027
Pemprov DKI Sediakan 245.980 Kursi untuk Penerimaan Murid Baru 2026/2027