POLDA BLUNDER!
Ini kami tegaskan: ijazah yang dipamerkan Bareskrim pada 22 Mei 2025, dengan dokumen yang ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam Gelar Perkara Khusus tanggal 15 Desember 2025, itu berbeda total. Seratus persen!
Kami Roy, Rismon, dan saya, Tifa berani menjamin hal itu.
Makanya, saya mau ingatkan lagi pada Kepolisian RI. Hati-hati saja dengan upaya kriminalisasi terhadap RRT. Seperti yang sudah diingatkan Profesor Mahfud, kasus pidana seperti ini jelas melanggar HAM.
Ceritanya begini. Kami baru diizinkan melihat ijazah yang katanya asli itu cuma beberapa menit sebelum GPK dimulai. Waktunya sudah larut, jam 23.20. Padahal, kami sudah nunggu sejak jam 2 siang. Bayangkan, prosesnya berjalan hampir tujuh jam sampai tengah malam!
Padahal, di awal gelar perkara, saya sudah minta dokumen itu ditunjukkan. Biar bisa kami bahas. Tapi permintaan itu ditunda-tunda. Baru dikabulkan saat semua pihak sudah kelelahan, di ujung malam.
Nah, inilah yang tanpa disadari telah jadi pelanggaran HAM oleh Polda Metro Jaya. Poin inilah yang disorot oleh Prof Mahfud.
Rasanya seperti sengaja dibuat lelah. Akibatnya, bisa terjadi disonansi kognitif, compliance, dan confirmatory bias. Otak jadi overload. Itu strategi yang licik.
Polda seolah-olah transparan, padahal itu ilusi. Mereka mengecoh kami. Bahkan, mengecoh seluruh rakyat Indonesia.
Kalau nanti terbukti melanggar HAM, ya kami siap saja. Langsung kami eskalasi ke forum HAM internasional.
Ngomong-ngomong, buku kami "Jokowi's White Paper" sudah sampai di Perpustakaan PBB. Diserahkan langsung oleh Diaspora Forum Tanah Air yang berbasis di New York.
Mungkin Polda tidak menyadari satu hal. Kami bertiga punya ingatan fotografis. Pengalaman puluhan tahun melatih kami melihat detail yang sering luput dari mata biasa. Cuma lima menit kami diberi waktu, tapi itu cukup untuk menangkap sesuatu yang sangat krusial.
Dan satu lagi, otak kami ini sudah biasa bekerja nonstop. Diberi tantangan berpikir 72 jam pun, kami masih bisa berpikir jernih dan segar.
Jadi, tunggu saja tanggal mainnya. Kebenaran akan kami tunjukkan. Dengan satu hal yang pasti tak pernah disangka-sangka!
(Dokter Tifa)
Artikel Terkait
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa
Korban Curanmor Diteriaki Begal saat Minta Tolong, Pelaku Mengaku Polisi
Freiburg vs Braga: Duel Sengit Perebutan Tiket Final Europa League di Europa-Park Stadion