Gelaran MilkLife Soccer Challenge seri kedua di Bandung akhirnya usai. Minggu lalu, turnamen sepak bola wanita untuk usia dini itu menutup babak kompetisinya dengan melahirkan dua juara baru. Bakti Olahraga Djarum Foundation sebagai penyelenggara punya alasan untuk tersenyum.
Di kategori U-10, SDN 035 Soka berhasil membawa pulang trofi pertama mereka. Sementara itu, di kelas U-12, SDN 036 Ujungberung keluar sebagai pemenang setelah melewati pertarungan sengit melawan SDN Citrasari. Pertandingan final itu sendiri berakhir imbang tanpa gol, sehingga pemenang ditentukan lewat drama adu penalti dengan skor akhir 2-1.
Pelatih Kepala turnamen, Timo Scheunemann, melihat fenomena juara baru ini sebagai pertanda bagus. Menurutnya, ini buah dari kerja keras.
“Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya. Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” ujar Timo.
Ia menambahkan, kedua sekolah pemenang itu bukanlah pendatang baru. Mereka sudah terlibat sejak awal dan menunjukkan keseriusan yang konsisten.
“Saya sukanya dari yang juara ini itu dari awal sudah ikut MLSC dan mereka terlihat serius gitu. Nggak harus mendapatkan juara seperti mereka itu nggak selalu gitu. Karena namanya sekolah kan talent pool-nya kadang bagus, kadang ada yang enggak,” sambungnya.
Di sisi lain, suara senada datang dari Dian Nadia Mutiara, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17. Ia menilai turnamen seperti ini punya peran krusial untuk pembibitan atlet muda.
“Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola,” ujar Dian.
Pelatih Akademi Persib Putri ini juga tak kagum-kagum lagi melihat antusiasme 2.154 peserta di Bandung. Katanya, skill mereka terlihat jelas dan ada peningkatan signifikan dibanding seri pertama.
Kemenangan SDN 035 Soka di seri ini memang terasa manis. Sebelumnya, di MLSC Bandung 2025, mereka harus puas sebagai runner-up. Bahkan di seri pertama tahun ini, mereka terhenti di perempat final. Jadi, trofi champion ini adalah bukti nyata dari progres mereka.
Begitu pula dengan SDN 036 Ujungberung. Final U-12 benar-benar ujian mental. Dua babak pertandingan berjalan ketat, kedua tim saling serang namun gagal mencetak gol. Nyaris tanpa peluang berarti. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor masih 0-0. Adu penalti pun jadi penentu.
Di bawah tekanan, SDN 036 Ujungberung akhirnya menang 2-1. Gol kemenangan mereka dicetak oleh Nur Halimah Afriliyanti dan Yasmin Putri Suryadi. Sebuah prestasi pertama setelah dua kali kandas di perempat final pada edisi sebelumnya.
Berikut daftar lengkap para pemenang:
Kategori U-10
Champion: SDN 035 Soka
Runner-up: SDN 091 Cibeureum Kota Bandung
Semifinalis: SDN 147 Citarip Barat & SDN 167 Mengger Girang
Top Scorer: Naurah Fahir Nadia Tuzahra - SDN 188 Bandung Baru (32 gol)
Best Player: Afiqa Putri Kania - SDN 091 Cibeureum Kota Bandung
Best Goalkeeper: Aretha Hayfa Faranisa - SDN 035 Soka
Fairplay Team: SDN 188 Bandung Baru
Kategori U-12
Champion: SDN 036 Ujungberung
Runner-up: SDN Citrasari
Semifinalis: SDN 004 Cisarenten Kulon
Top Scorer: Sandrina Rachelia Suprapto - SDN 043 Cimuncang (15 gol)
Best Player: Putri Anggraeni Rahayu - SDN 004 Cisaranten Kulon
Best Goalkeeper: Kayla Adiva Dwi Putri - SDN 027 Cicadas
Fairplay Team: SDN 021 Ciporeat
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun