JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap pegawai sebuah toko ritel di Pasar Minggu terus digenjot polisi. Dari pantauan di lokasi, pelakunya diduga mencapai tujuh orang. Mereka terlibat dalam insiden berdarah di Jalan Ampera Raya itu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, memberikan konfirmasinya kepada awak media.
“Hasil penyelidikan di sana, tercatat ada 7 orang yang memang di sana melakukan pemukulan,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Murodih, semua berawal dari sebuah insiden tabrakan yang sepele. Sebuah mobil berwarna putih disebut menyeruduk motor yang sedang terparkir di depan toko. Dari situlah cekcok mulanya terjadi.
"Ya di TKP atas hasil penyelidikan bahwa ada satu kendaraan roda empat menabrak kendaraan roda dua, sehingga di sana terjadi cekcok," jelasnya.
Ia melanjutkan, "Nah setelah itu, turun 7 orang. Setelah itu melakukan pemukulan terhadap karyawan itu.”
Narasi yang beredar dari video viral sebenarnya tak jauh berbeda. Mobil itu diduga menabrak motor yang parkir. Pemilik motor, wajar saja, menuntut pertanggungjawaban sopir mobil. Sang pengemudi konon bilang akan menyelesaikan masalah dan menelepon keluarganya untuk datang.
Tapi yang terjadi kemudian justru di luar dugaan.
Bukannya berunding, sekelompok orang yang disebut sebagai keluarga pengemudi malah langsung menyerbu. Mereka menghajar para pegawai toko yang tak berkutik. Akibatnya, beberapa korban harus menderita luka-luka. Suasana yang semula panas berubah jadi ricuh dan mencekam.
Sampai saat ini, motif pastinya masih diselidiki. Polisi masih merangkai setiap kejadian untuk menemukan titik terang kasus ini.
Artikel Terkait
Hegseth Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Pengundian Fase Grup Piala Asia 2027 Digelar Akhir Pekan Ini, Indonesia di Pot 4
Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China 1-0, Kunci Kemenangan Dramatis di Laga Perdana Piala Asia
Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Imbas Proyek LRT, Sediakan Dua Halte Temporer