Polemik keabsahan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menjadi sorotan publik. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengungkapkan temuan mengejutkan yang diduga menjadi celah hukum bagi Gibran.
Roy Suryo menduga ada permainan di balik Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden. Ia menyoroti Pasal 18 ayat (3) yang menjadi titik krusial.
"Di situ disebutkan bukti kelulusan dikecualikan bagi calon presiden yang tidak memiliki bukti kelulusan sekolah menengah atas dan sekolah asing di luar negeri. Ini pasal selundupan, sengaja untuk Gibran," tegas Roy Suryo dalam kanal YouTube Hersubeno Point.
Roy menegaskan bahwa yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka merupakan sebuah penipuan atau pemufakatan jahat. Ia mengaku telah mendatangi Kementerian Pendidikan untuk menelusuri dokumen pendidikan Gibran.
Dari hasil penelusuran, Roy menemukan kejanggalan pada data jenjang pendidikan menengah Gibran. "Di riwayat pendidikan tertulis SD, SMP meskipun SMP-nya juga masih perlu dicek lagi," beber Roy.
"Lalu di bagian SMA tertulis Secondary School, padahal menurut Profesor Zulfikar dari Nanyang University Singapura, Secondary School itu hanya setara SMP Plus satu tahun, bukan SMA," sambungnya.
Roy juga mengungkap ketidakkonsistenan data pendidikan Gibran di luar negeri. Berdasarkan dokumen yang ia miliki, Gibran disebut hanya menempuh pendidikan selama enam bulan di University of Technology Sydney (UTS) dan tidak menyelesaikan studinya.
"Ini aneh, di data Kementerian Sekretariat Negara justru disebutkan Gibran masuk ke MDIS dulu baru ke UTS, padahal seharusnya kebalik. Ini menunjukkan ada ketidakkonsistenan data, bahkan seolah-olah dia mengambil S2, padahal S1 saja tidak jelas," tandas Roy Suryo.
Roy memastikan pihaknya akan terus menelusuri dugaan ini dan mendesak pemerintah, khususnya Kemendikbudristek dan KPU, untuk membuka data secara transparan kepada publik.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu