Pemerintah, lewat Kementerian Pertanian, lagi serius banget mendorong hilirisasi di sektor perkebunan. Intinya, mereka mau komoditas lokal nggak cuma berhenti sebagai bahan mentah yang dijual begitu aja. Tujuannya jelas: meningkatkan nilai jual dan tentu saja, kesejahteraan para pekebun.
Caranya gimana? Langkah-langkah konkret udah dijalankan. Mulai dari penyiapan lahan, identifikasi calon petani dan lahannya, sampai koordinasi intensif dengan pemda dan berbagai pihak terkait. Semua ini digeber supaya programnya nggak cuma wacana di atas kertas.
Fokusnya diarahkan pada tujuh komoditas yang dinilai punya prospek besar. Ada tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete. Menurut rencana, anggaran sebesar Rp9,5 triliun bakal digelontorkan untuk mengembangkan kebun rakyat seluas 870 ribu hektar dalam periode 2025 sampai 2027. Angka yang nggak main-main.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, langkah ini krusial.
“Kita ingin komoditas perkebunan punya nilai tambah yang lebih besar. Makanya, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan bisa diolah jadi produk bernilai tinggi. Keuntungannya jelas, buat pekebun dan juga perekonomian nasional,” ujar Amran, Rabu (18/3/2026).
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Lebaran 2026, Harga Cabai Mulai Turun
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference
Presiden Dewa United Pastikan Ivar Jenner Pulih, Siap Gabung TC Timnas