Selama libur Lebaran tahun ini, aturan ganjil-genap di Jakarta resmi ditiadakan. Kebijakan itu mulai berlaku hari ini dan akan berlangsung hingga tanggal 25 Maret mendatang. Cukup lama, ya? Jadi, pengendara bisa bernapas lega dan tak perlu lagi pusing memeriksa plat nomor kendaraannya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, sudah mengonfirmasi hal ini. Ia ditemui wartawan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu lalu.
"Kalau libur, ya menyesuaikan. Tidak ada ganjil genap," ujarnya dengan lugas.
Menurut Asep, peniadaan sistem gage ini memang selalu disesuaikan dengan hari libur nasional, termasuk saat Lebaran. "Tanggal 18 sampai 25 (Maret) ditiadakan," tambahnya mempertegas. Jadi, periode libur panjang benar-benar dimanfaatkan untuk memberi kelonggaran bagi pemudik.
Di sisi lain, persiapan keamanan justru diperketat. Polda Metro Jaya tak main-main, mereka mengerahkan ribuan personel tepatnya 6.802 orang untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026. Mereka disebar di titik-titik strategis, dari jalan tol hingga terminal, demi menjamin perjalanan masyarakat berjalan lancar dan aman.
Tak cuma itu, puluhan pos juga disiapkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebutkan ada pos pengamanan, pelayanan, hingga posko terpadu yang siap membantu para pemudik. Kalau dihitung total, ada 68 posko yang berjaga di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Angka yang cukup signifikan untuk mengantisipasi kemacetan dan masalah di jalan.
Lalu, bagaimana dengan arus lalu lintas di jalur utama?
Sistem Satu Arah Nasional Diaktifkan
Korlantas Polri punya strategi lain: memberlakukan sistem satu arah atau 'one way' secara nasional. Kebijakan ini mulai berlaku hari ini juga, tepatnya pukul 10.00 pagi.
Kepala Korlantas, Irjen Agus Suryonugroho, sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Saat meninjau KM 57 A ruas Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu, ia membeberkan prediksi puncak arus mudik.
"Puncaknya diperkirakan tanggal 18 Maret. Nah, di tanggal itu, antara jam 10.00 sampai jam 12.00, kita akan berlakukan one way nasional untuk arus mudik," jelas Agus.
Jadi, meski aturan ganjil-genap dilonggarkan, pengaturan lalu lintas skala besar tetap dilakukan. Tujuannya satu: memastikan perjalanan pulang kampung berjalan semulus mungkin.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi