Minggu pagi di Kampung Tugu, Cilincing, riuh rendah dengan tawa. Warga yang kebanyakan dari Komunitas IKBT itu berkumpul, siap melanjutkan sebuah kebiasaan lama: tradisi Mandi-Mandi. Tanggal 4 Januari jadi momennya, sekaligus pembuka tahun.
Bedak berwarna jadi alat utamanya. Bukan untuk dirias, tapi untuk dicorengkan ke wajah satu sama lain. Itulah inti ritualnya. Maknanya dalam: simbol saling memaafkan, menebus dosa dan kesalahan sepanjang tahun yang sudah lewat. Sebuah cara unik untuk mengawali lembaran baru dengan hati yang bersih.
Menurut sejumlah saksi, lokasi acara ini tak selalu sama. Masyarakat setempatlah yang biasa berembuk, menentukan di titik mana Mandi-Mandi akan digelar. Yang pasti, ritual ini selalu jatuh pada hari Minggu di awal tahun. Sudah begitu sejak dulu.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Ancaman Manipulasi AI dan Akun Palsu di Media Sosial
Warga Makassar Tertipu Rp12 Juta dalam Penawaran Tukar Uang Baru di Facebook
Juru Parkir Diamankan Usai Pengeroyokan di Makassar Bermula dari Sengketa Karcis
Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakati Penataan Kawasan Pelabuhan dan Pembangunan Taman Km 0