BEKASI Malam itu, Senin (27/4/2026), Stasiun Bekasi Timur mendadak jadi pusat perhatian. Kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Gambir menuju Surabaya bertabrakan dengan KRL Commuter Line. Suasana langsung kacau, tentu saja. Orang-orang berhamburan, sirine mulai terdengar dari segala penjuru.
Yang menarik, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ikut turun langsung ke lokasi. Bukan cuma sekadar datang, dia memantau proses evakuasi dari dekat. Wajahnya tampak serius, matanya sesekali menyapu area yang porak-poranda.
“Kita turut prihatin dengan kejadian malam ini,” ucap Dasco di tengah hiruk-pikuk stasiun. Suaranya pelan, tapi cukup jelas terdengar di antara deru mesin dan percakapan petugas.
Menurut informasi sementara yang dihimpun di lapangan, setidaknya ada empat orang dilaporkan meninggal dunia. Angka itu, kata Dasco, belum final. Ia menambahkan, melihat langsung proses evakuasi yang masih berlangsung, kemungkinan korban bisa bertambah. “Tapi kita doakan semoga proses evakuasi dapat selesai dengan cepat,” katanya lagi, nada bicaranya sedikit menekan di akhir kalimat.
Di sisi lain, pemandangan yang tak kalah mencekam terlihat di pintu masuk stasiun. Ambulans datang silih berganti, satu per satu mengangkut korban. Ada yang digotong pakai tandu, ada juga yang berjalan tertatih dibantu petugas. Suasana memang tegang, tapi evakuasi berjalan setidaknya dengan ritme yang teratur.
Tabrakan ini jelas meninggalkan duka. Tapi di tengah malam yang kelam itu, semua bergerak cepat. Petugas, relawan, sampai pejabat negara, semuanya larut dalam satu tujuan: menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Tinjau Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit
Medco E&P dan UMKM Sumsel Sukses Alirkan Minyak Perdana Hanya Dua Hari Setelah Kontrak Ditandatangani
Medco E&P Grissik Resmi Terima Aliran Minyak Perdana dari Sumur Rakyat di Musi Banyuasin
Medco E&P Grissik Terima Aliran Perdana Minyak dari Sumur Rakyat Sumsel Dua Hari Setelah Penandatanganan Kerja Sama