Iran Bantah Capai Kesepakatan Akhir dengan AS, Klaim Trump soal ‘Penyelesaian Besar’ Diragukan

- Jumat, 12 Juni 2026 | 06:05 WIB
Iran Bantah Capai Kesepakatan Akhir dengan AS, Klaim Trump soal ‘Penyelesaian Besar’ Diragukan

Iran menegaskan bahwa pihaknya belum mencapai kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengumumkan adanya “penyelesaian besar” untuk mengakhiri perang. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, Jumat (12/6/2026), sebagai respons atas klaim yang beredar dari pihak Amerika.

“Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut,” ujar Baqaei dalam pernyataan resminya. Sikap hati-hati ini menunjukkan bahwa Teheran belum memberikan lampu hijau terhadap setiap rancangan kesepakatan yang mungkin telah dibahas di tingkat diplomatik.

Kantor berita Tasnim, yang memiliki kedekatan dengan kalangan militer dan keamanan Iran, mencatat bahwa Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir. Frekuensi pernyataan yang tinggi itu membuat media Iran memperingatkan publik untuk tidak mudah percaya.

“Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya,” demikian peringatan yang disampaikan kantor berita tersebut. Peringatan ini menjadi sinyal bahwa Iran ingin mengendalikan narasi dan tidak membiarkan Washington mendikte jalannya diplomasi.

Situasi ini semakin rumit setelah Trump tiba-tiba membatalkan serangan terhadap Iran. Dalam unggahan di platform Truth Social, ia mengisyaratkan adanya kemungkinan besar kesepakatan dengan Iran bakal tercapai. “Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa “diskusi dan poin-poin akhir telah, baik dalam konsep maupun detailnya, disetujui oleh semua pihak yang terlibat,” termasuk Amerika Serikat dan Israel, yang bersama-sama melancarkan perang dengan Iran sejak Februari lalu. Namun, tanpa pengumuman resmi dari Teheran, klaim sepihak tersebut masih menyisakan tanda tanya besar di panggung diplomasi internasional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar