Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan langkahnya untuk maju dalam kontestasi pemilihan nasional mendatang. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Partai Likud, partai sayap kanan yang dipimpinnya, melalui pernyataan resmi di kanal Telegram.
Pengumuman tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mempertanyakan niat politik pria berusia 76 tahun itu. Dalam wawancara dengan ABC News, Trump mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah Netanyahu akan kembali bertarung dalam pemilu.
“Saya tidak tahu, dia memiliki karier yang luar biasa. Apakah dia ingin melanjutkan?” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa Netanyahu adalah seorang perdana menteri di masa perang.
Likud, melalui pernyataannya, menepis keraguan tersebut dengan tegas. “Perdana Menteri Netanyahu akan maju dalam pemilihan berikutnya dan, jika Tuhan menghendaki (Insya Allah), dia akan menang,” demikian bunyi pernyataan partai tersebut.
Netanyahu sendiri merupakan perdana menteri dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Israel. Selama tiga tahun terakhir, ia memimpin negara itu di tengah situasi perang yang berkepanjangan. Di sisi lain, ia juga tengah menghadapi proses peradilan atas tuduhan korupsi yang membayangi karier politiknya.
Artikel Terkait
Listrik Padam Berjam-jam di Bekasi Tanpa Pemberitahuan, Warga Keluhkan Gangguan Pekerjaan
Kajari Medan Bantah Tuduhan Pemerasan Kontraktor di Kupang: Itu Fitnah
Tiga Girl Group HYBE — LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE — Rilis Single Kolaborasi “ICONIC BY MISTAKE” Pekan Ini
SBY Sebut Penguatan Rupiah dan IHSG sebagai Kabar Baik, Dorong Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi