Zulkifli Hasan: Sampah Jakarta Akan Diolah Jadi Listrik Mulai 2027

- Minggu, 10 Mei 2026 | 14:05 WIB
Zulkifli Hasan: Sampah Jakarta Akan Diolah Jadi Listrik Mulai 2027

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meyakini bahwa persoalan sampah di Jakarta dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai, salah satunya dengan mengolahnya menjadi energi listrik melalui teknologi insinerator. Ia menyampaikan optimisme ini di tengah kekhawatiran publik terhadap volume sampah yang terus menumpuk di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli dalam acara Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta yang dirangkaikan dengan kampanye Jaga Jakarta Bersih: Gerakan Pilah Sampah. Kegiatan berlangsung di kawasan Pedestrian Jalan HR Rasuna Said, depan Plaza Festival, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026.

“Sampah yang menjadi musuh kita akan kita ubah menjadi energi listrik. Tadi saya bicara dengan Pak Gubernur, nanti kalau insineratornya sudah berjalan pada 2027-2028, sampah bisa menjadi rebutan. Karena bahan bakarnya, sampah itu, akan masuk ke insinerator, diolah menjadi listrik,” ujar Zulkifli dalam sambutannya.

Di sisi lain, Zulkifli juga memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan pemilahan sampah yang diprakarsai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, langkah pemilahan dari sumber merupakan kunci utama dalam menyelesaikan masalah sampah perkotaan secara menyeluruh.

“Saya senang sekali, saya apresiasi dan memberikan penghormatan yang tinggi ini, karena dipelopori oleh Gubernur Jakarta yaitu Pilah Sampah. Itu problem pokok kita. Problem utama kita,” kata Zulkifli.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Ke depan, setiap sektor juga diwajibkan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Karena nanti sampai 2029, kantor tidak boleh lagi membuang sampah, selesai di kantor. Restoran harus selesai di restoran itu. Toko harus selesai di toko itu. Mal harus selesai di mal itu. Tapi yang penduduk, yang masyarakat, tentunya adalah Pilah Sampah,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengumumkan bahwa program pemilahan sampah secara resmi akan dimulai pada Minggu, 10 Mei 2026. Warga Jakarta diwajibkan memilah sampah menjadi empat kategori, yaitu organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

“Rekan-rekan sekalian, besok tanggal 10 Jakarta akan memulai program yang secara resmi pemilahan sampah dan ini menjadi gerakan masif karena memang hampir 50 persen sampah kita itu sebenarnya sampah organik,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 9–10 Mei 2026. Acara tersebut turut diramaikan oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perwakilan pemerintah pusat, duta besar, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum sebagai wujud kolaborasi menuju Jakarta sebagai kota global.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar