Kapal Pesiar Mewah Berlabuh di Tenerife Setelah Sebulan Dikarantina Akibat Hantavirus

- Minggu, 10 Mei 2026 | 14:55 WIB
Kapal Pesiar Mewah Berlabuh di Tenerife Setelah Sebulan Dikarantina Akibat Hantavirus

Sebuah kapal pesiar mewah akhirnya tiba di perairan Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, hampir sebulan setelah seorang penumpang pertama kali meninggal dunia akibat infeksi hantavirus di atas kapal tersebut. Kedatangan MV Hondius pada Minggu (10/5/2026) dini hari menandai babak baru dalam penanganan darurat kesehatan yang melibatkan puluhan negara.

Persiapan intensif telah dilakukan oleh otoritas setempat untuk menyambut kapal di Pelabuhan Granadilla. Rencana pemulangan lebih dari seratus orang ke daratan telah disusun dengan cermat. Namun, kapal tersebut tidak diizinkan merapat langsung ke dermaga. Sebuah perimeter keamanan sejauh satu mil laut diberlakukan di sekitar kapal saat mendekati pulau, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menggambarkan operasi yang melibatkan 23 negara ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. Operasi ini dinilai kompleks karena bertujuan mencegah penyebaran strain langka virus Andes yang mematikan. Garcia menekankan bahwa seluruh prosedur telah direncanakan dengan matang demi keamanan maksimal, sekaligus meredam kekhawatiran warga setempat yang menolak kedatangan kapal tersebut.

“Risiko penularan bagi masyarakat umum rendah. Kami percaya bahwa sikap panik, informasi yang salah, dan kebingungan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Garcia dalam pernyataannya.

Di sisi lain, ketegangan masih terasa di kalangan penduduk. Pemimpin Kepulauan Canary secara terbuka menyatakan bahwa ia “tidak akan tenang” sampai seluruh penumpang dan awak kapal benar-benar telah meninggalkan wilayah tersebut. Pernyataan itu mencerminkan keresahan yang meluas di tengah upaya otoritas untuk menyeimbangkan prosedur kesehatan dengan tekanan publik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar