Tim SAR Temukan Dua WNA Singapura Meninggal Akibat Erupsi Gunung Dukono, Evakuasi Terkendala Material Vulkanik

- Minggu, 10 Mei 2026 | 15:35 WIB
Tim SAR Temukan Dua WNA Singapura Meninggal Akibat Erupsi Gunung Dukono, Evakuasi Terkendala Material Vulkanik

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah Gunung Api Dukono mengalami erupsi. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, melengkapi pencarian yang sebelumnya telah menemukan satu korban lainnya.

“Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis pada Minggu (10/5/2026).

Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan jasad Enjel, seorang pendaki asal Indonesia. Dengan ditemukannya dua korban asal Singapura itu, seluruh pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah berhasil ditemukan.

Kedua korban WN Singapura tersebut diidentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Proses evakuasi terhadap seluruh jenazah tengah dilakukan untuk dibawa menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.

“Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan,” jelas Abdul Muhari. Ia menambahkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung secara fluktuatif memaksa tim SAR gabungan bekerja ekstra hati-hati, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Total sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu pada hari itu. Mereka terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata telah menetapkan penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Pasca-peristiwa ini, pemerintah berencana memperketat pengawasan di kawasan tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar