Prabowo Kunjungi Miangas, Janji Rawat Bandara dan Perbaiki Puskesmas yang Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:40 WIB
Prabowo Kunjungi Miangas, Janji Rawat Bandara dan Perbaiki Puskesmas yang Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan merawat dan meningkatkan kualitas Bandar Udara serta puskesmas di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, saat mengunjungi pulau terluar Indonesia itu pada Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momen langka karena ia tercatat sebagai kepala negara kedua yang menginjakkan kaki di wilayah perbatasan paling utara Republik Indonesia setelah Presiden ke-7 Joko Widodo.

Dalam sambutannya di SMKN 2 Talaud, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat setempat. Ia mengaku sengaja datang untuk melihat langsung kondisi Pulau Miangas yang berbatasan langsung dengan Filipina. “Saya baru saja dari Filipina. Ternyata cukup dekat dari Filipina. Dan kita bersyukur, saya presiden kedua yang sudah ke Miangas, Pak Jokowi sudah ke sini,” ucapnya.

Presiden menegaskan komitmennya untuk memelihara Bandar Udara Pulau Miangas yang sebelumnya diresmikan oleh Jokowi. Ia berencana tidak hanya merawat, tetapi juga meningkatkan kualitas bandara tersebut agar lebih baik lagi. Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan pada fasilitas kesehatan di pulau tersebut.

“Pak Jokowi resmikan bandara, saya nanti akan perbaiki atau memelihara lebih bagus lagi,” kata Prabowo.

Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya keluhan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai kondisi puskesmas di Pulau Miangas yang dinilai sudah lama tidak mengalami perbaikan. “Tadi Menkes bisik-bisik ke saya, ‘Pak, sekian tahun sejak zaman Pak Harto, puskesmas belum pernah diperbaiki’. Kita perbaiki, semua puskesmas di Indonesia segera,” ungkapnya.

Prabowo tiba di Bandar Udara Pulau Miangas pada pukul 09.50 WIB dengan mengenakan baju safari berwarna krem dan topi biru. Ia disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal Tony Hardjono.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar