Agung Sedayu Group bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Banten meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di kawasan Aloha Pasir Putih, Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Banten.
Fasilitas ini dirancang untuk menyediakan layanan pengisian daya yang lebih cepat, terpusat, dan terintegrasi dengan aktivitas masyarakat di ruang publik. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyampaikan bahwa SPKLU Center ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan pengisian daya yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“SPKLU Center di Aloha PIK 2 ini merupakan SPKLU pertama milik PLN di Provinsi Banten dengan konsep terpusat yang menghadirkan layanan Ultra Fast Charging. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pengisian daya yang cepat, mudah, dan nyaman seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” ujar Adi dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Ia menambahkan, pengembangan SPKLU di lokasi strategis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Kehadiran SPKLU Center di kawasan Aloha PIK 2 menunjukkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik kini semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Pengisian daya tidak lagi menjadi kendala, tetapi justru menjadi bagian dari pengalaman yang menyatu dengan gaya hidup,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa secara teknis SPKLU Center ini dirancang untuk memberikan performa pengisian daya yang optimal dan andal.
“SPKLU Center ini dilengkapi dengan enam unit mesin Ultra Fast Charging dengan kapasitas daya 120 kilowatt. Seluruh mesin yang tersedia merupakan Ultra Fast Charging yang mampu memberikan waktu pengisian daya yang jauh lebih cepat dibandingkan pengisian konvensional,” jelas Joharifin.
Ia menekankan bahwa efisiensi waktu menjadi keunggulan utama fasilitas ini.
“Dengan teknologi Ultra Fast Charging, pengguna kendaraan listrik hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk mengisi baterai mobil listrik dari 20 persen hingga 80 persen, atau bahkan penuh, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan. Hal ini sangat mendukung mobilitas pengguna yang dinamis,” tambahnya.
Joharifin juga menegaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Aloha PIK 2 memberikan nilai tambah dari sisi kenyamanan pelanggan.
“Integrasi antara fasilitas pengisian daya dengan kawasan lifestyle memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk tetap menjalankan aktivitasnya. Ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya andal, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Hingga saat ini, PLN telah menghadirkan 253 unit SPKLU yang tersebar di 139 lokasi di Provinsi Banten. Kehadiran SPKLU Center ini semakin memperkuat peran PLN dalam menyediakan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih luas.
Melalui pengembangan SPKLU Center di Aloha PIK 2, PLN terus mendorong transformasi mobilitas berbasis energi bersih sekaligus menghadirkan pengalaman baru dalam penggunaan kendaraan listrik yang lebih praktis, cepat, dan terintegrasi dengan aktivitas masyarakat.
Peresmian SPKLU Center ini dihadiri oleh Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten Ari James Faraddy, General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin, serta Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Banten Bobby Cristya Surya.
Artikel Terkait
BRIN Apresiasi UMM sebagai PTS Paling Agresif Bertransformasi Menuju Innovation University
Polisi Bongkar Jaringan Produksi Sabu Hitam Rumahan di Jakarta dan Depok, Amankan 340 Gram Narkotika
Trump Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku Meski Terjadi Serangan di Selat Hormuz
Polri Rotasi Sembilan Kapolda, Brigjen Himawan Bayu Aji Jabat Kapolda Sultra