Keluarga Korban Hamil Ungkap Detik-Detik Novia Terjebak di Terra Drone

- Selasa, 09 Desember 2025 | 20:42 WIB
Keluarga Korban Hamil Ungkap Detik-Detik Novia Terjebak di Terra Drone

Malam itu, halaman depan gedung DVI RS Polri Kramat Jati terasa begitu berat. Suasana duka menggantung, menyelimuti setiap sudut. Di antara kerumunan keluarga yang matanya penuh tanya, berdiri Prasetyo. Tatapannya kosong, nanar. Dia adalah sepupu Novia, perempuan 25 tahun yang jadi korban kebakaran mengerikan di Terra Drone.

Kabarnya datang tiba-tiba. Prasetyo masih dalam perjalanan ketika telepon itu berdering.

"Tadi lagi di jalan, kayaknya habis asar. Sekitar jam tiga lah," ujarnya pada wartawan, suaranya rendah dan lirih.

"Mertua yang nelpon. Dia dapat kabar dari suaminya Novia. Tapi dari mana suaminya tahu, saya enggak paham."

Kini, dia cuma bisa mendampingi. Menemani suami dan mertua Novia yang hancur di RS Polri ini. Kepergian Novia sungguh pilu. Bagaimana tidak? Perempuan itu sedang hamil tua, menanti kelahiran anak pertamanya yang rencananya di Januari nanti.

"Usia kandungannya udah tua. HPL-nya Januari, jadi sebentar lagi mau lahir," kata Prasetyo, mencoba menjelaskan.

Yang membuatnya semakin sesak, Novia masih aktif bekerja di Terra Drone meski kondisi tubuhnya sudah berat. Menurut Prasetyo, saat api berkobar, sepupunya itu terjebak di lantai lima.

Dia sempat berusaha menyelamatkan diri dengan turun. Tapi asap di bawah sudah terlalu pekat, menghalangi jalan. Novia pun terpaksa naik kembali dan akhirnya tak bisa keluar dari lantai itu.

"Dari lantai 5 mau turun, tapi asapnya sudah tebal. Balik lagi ke atas, terjebak di situ," tuturnya.

Soal kondisi jenazah, Prasetyo cuma bisa bersyukur. "Alhamdulillah, secara fisik masih utuh. Kemungkinan besar karena kehabisan oksigen," imbuhnya.

Di tengah kesedihan yang masih membingungkan ini, keluarga hanya bisa menunggu. Proses identifikasi di Instalasi Forensik harus diselesaikan dulu. Setelah itu, rencananya Novia akan dibawa pulang ke Lampung untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

"Barusan dapat kabar, rencananya mau dimakamkan di Lampung. Mungkin besok, kalau semua proses sudah selesai," ucap Prasetyo.

Kebakaran di Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, memang memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Sebelumnya, pihak berwajib menyebut ada 22 orang yang meninggal dan sudah dievakuasi. Di antara mereka, ada seorang perempuan hamil.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi hal itu di lokasi kejadian.

"Ada korban wanita hamil. Salah satu korban adalah wanita hamil," katanya kepada awak media.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler