Happy Hapsoro Masuk Daftar Pemegang Saham PADI, Bantah Spekulasi Hengkang

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:50 WIB
Happy Hapsoro Masuk Daftar Pemegang Saham PADI, Bantah Spekulasi Hengkang

Spekulasi mengenai hengkangnya taipan nasional Happy Hapsoro dari jajaran pemegang saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) akhirnya terbantahkan. Data terbaru justru menunjukkan bahwa suami dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani, tersebut masih tercatat sebagai salah satu investor di emiten sekuritas itu.

Berdasarkan daftar kepemilikan saham PADI per akhir Maret 2026, muncul nama PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) yang menggenggam 4,67 persen saham. Entitas bisnis ini diketahui berada di bawah kendali Happy Hapsoro. Dengan demikian, data tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa ia telah melepas seluruh kepemilikannya atas saham perseroan.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah ranah manajemen, melainkan wilayah pemegang saham. Namun demikian, secara umum, Djoko menilai langkah mempertahankan kepemilikan saham merupakan hal yang wajar dan dapat dipahami.

“Sangat rasional dan bisa dipahami, karena seperti kita tahu, kami baru saja sukses turnaround dari sebelumnya masih rugi, kini telah berhasil membukukan keuntungan,” ujar Djoko dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Djoko, capaian kinerja tersebut merupakan sesuatu yang impresif dan berada di luar perkiraan pasar. Oleh karena itu, wajar jika pemegang saham merasa puas dan memilih untuk mempertahankan kepemilikannya, mengingat prospek bisnis PADI ke depan dinilai cukup menjanjikan.

Laporan keuangan tahunan terbaru PADI mencatatkan perbaikan signifikan. Pada 2024, perseroan masih menanggung rugi bersih sebesar Rp13,79 miliar. Namun, pada 2025, PADI berhasil membalikkan posisi dengan meraup laba bersih sebesar Rp1,81 miliar. “Rentang pemulihan ini mencatatkan lonjakan yang meroket hingga lebih dari 113 persen. Perbaikan fundamental yang drastis ini mengindikasikan bahwa mesin operasional PADI telah kembali efisien dan perseroan tak lagi sekadar ‘cangkang’ sekuritas,” jelas Djoko.

Sementara itu, keputusan Happy Hapsoro untuk tetap bertahan sebagai pemegang saham dikaitkan oleh sebagian pelaku pasar dengan rencana perseroan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Nilai penerbitan saham baru itu diperkirakan mencapai Rp113,07 miliar. Pengurangan porsi kepemilikan saham dalam beberapa kesempatan, namun masih menyisakan porsi di bawah lima persen, dinilai sebagai sinyal kesiapan Happy Hapsoro untuk tampil sebagai pembeli siaga (standby buyer).

Djoko kembali enggan berkomentar banyak mengenai spekulasi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa opsi menahan sebagian kepemilikan merupakan pilihan yang sangat bisa dipahami. “Keberhasilan kami dalam mencatatkan laba bersih ini menjadi tolok ukur objektif bahwa strategi restrukturisasi dan fokus pada penguatan operasional yang kami lakukan selama setahun terakhir telah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Djoko meyakini bahwa strategi penguatan basis keuangan ini akan menjadi fondasi kokoh bagi PADI untuk menyerap dana rights issue. Seluruh dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dan ekspansi operasional perseroan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar