Sikap Dewasa Endrick Soal Keputusan Ancelotti di Piala Dunia 2026

- Kamis, 25 Juni 2026 | 07:16 WIB
Sikap Dewasa Endrick Soal Keputusan Ancelotti di Piala Dunia 2026

Endrick, penyerang muda Brasil berusia 19 tahun, memberikan pernyataan mengejutkan tentang pelatihnya Carlo Ancelotti setelah terus dicadangkan di Piala Dunia 2026. Penyerang Real Madrid itu baru mendapat debut di laga melawan Haiti pada menit ke-64 setelah absen total saat Brasil bertemu Maroko di laga pembuka Grup C. Meski menjadi sorotan karena terus dicadangkan, pemain muda yang dijuluki sang penerus ini justru membela keputusan pelatihnya dan menunjukkan kedewasaan di luar usianya.

Endrick Bela Keputusan Ancelotti di Tengah Sorotan Publik

Keputusan Carlo Ancelotti untuk tidak menurunkan Endrick sebagai starter menuai kekecewaan dari sebagian suporter Brasil. Publik sepak bola Brasil sangat menantikan aksi penyerang yang digadang-gadang sebagai penerus generasi emas Selecao tersebut.

Namun, dalam wawancara dengan saluran CazéTV, Endrick justru memberi respons yang sangat dewasa. "Ancelotti menghabiskan satu tahun bersamaku di Real Madrid. Dia tahu apa yang aku lakukan saat masuk ke lapangan," kata Endrick dikutip dari Goal.com.

"Dia adalah pelatih hebat yang memiliki pola pikir yang tepat. Dia tidak akan melakukan apa yang terbaik untuk Endrick atau para penggemar, melainkan apa yang terbaik untuk tim. Aku bersyukur dia ada dalam hidupku," lanjut pemain kelahiran 2006 tersebut.

Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan hangat di Brasil dan media sosial Indonesia. Banyak penggemar memuji sikap dewasa Endrick yang mau menerima keputusan pelatih tanpa mengeluh, meskipun tekanan dari publik untuk melihatnya bermain sangat besar. Sikap ini dianggap jarang dimiliki pemain seusianya di panggung sebesar Piala Dunia.

Debut Manis Meski Gol Dianulir

Endrick akhirnya mencatatkan debut di Piala Dunia 2026 saat Brasil menghadapi Haiti di Stadion Philadelphia. Ia masuk menggantikan Matheus Cunha yang sudah mencetak dua gol pada laga yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Brasil tersebut.

Penampilan Endrick cukup positif dan ia nyaris mencetak gol debutnya pada menit ke-76. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena ia sudah berdiri dalam posisi offside terlebih dahulu. Meski golnya tidak disahkan, momen itu tetap menjadi kenangan manis bagi pemain jebolan Palmeiras tersebut.

"Aku sangat bahagia. Tuhan memberi tahu aku bahwa aku akan melakukan hal-hal luar biasa dalam hidupku. Masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol yang kemudian dianulir, tetapi jauh di lubuk hati, itu adalah gol yang sangat berarti," ujar Endrick dikutip dari Marca.

Kemenangan atas Haiti membawa Brasil ke puncak klasemen sementara Grup C dengan empat poin. Hasil ini membuat posisi Brasil cukup aman, meskipun laga pamungkas melawan Skotlandia akan menjadi penentu siapa yang lolos sebagai juara grup.

Endrick dan Masa Depan di Timnas Brasil

Brasil akan menghadapi Skotlandia di laga penentu Grup C yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti. Publik Brasil berharap Endrick mendapat lebih banyak menit bermain, terutama jika Neymar yang sebelumnya dilaporkan pulih dari cedera belum tampil 100 persen.

Endrick sendiri mengaku tidak mau ambil pusing dengan spekulasi soal masa depannya di timnas. "Aku memiliki satu hal yang sama dengan banyak pemain lain: aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa bermain sepak bola besok," ungkap Endrick.

"Jadi jika hari ini adalah hari aku untuk turun ke lapangan, maka hari ini adalah hari di mana aku akan memberikan segalanya. Aku akan melakukan apa pun yang bisa aku lakukan demi timku," tegas penyerang muda yang kontraknya di Real Madrid masih panjang tersebut.

Sikap rendah hati dan kerja keras Endrick jelas menjadi aset berharga bagi Brasil di Piala Dunia 2026. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki masa depan cerah bersama Selecao. Carlo Ancelotti punya sejarah panjang dalam mengembangkan pemain muda, dan kerja sama keduanya di Real Madrid musim lalu menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan di panggung Piala Dunia.

Publik Brasil tentu berharap Endrick mendapat kesempatan lebih banyak di laga melawan Skotlandia. Apapun keputusan Ancelotti nantinya, sikap profesional Endrick menunjukkan bahwa ia siap kapan pun diminta membela negaranya di ajang paling bergengsi sepak bola dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags